Ketua P2K Tegaskan Uteunkot Tetap Aman dan Kondusif, Kerusakan APK Masih Didalami
ACSHSATU.COM | LHOKSEUMAWE — Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Gampong Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Tgk Muhammad S.Pd.I, menegaskan bahwa kondisi Gampong Uteunkot menjelang pelaksanaan Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchiksung) tetap aman, tertib, dan kondusif.
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi adanya kerusakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk milik calon keuchik nomor urut 5, Jalaluddin atau yang akrab disapa Abi Zhilal. APK tersebut ditemukan tumbang di kawasan samping Masjid Al-Hikmah Cunda, Jalan SMP 7, Gampong Uteunkot, pada Minggu (6/9/2026).
Tgk Muhammad mengatakan, insiden tersebut tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan persaingan antarkandidat. Hingga saat ini, P2K belum memperoleh kepastian mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan APK tersebut.
“Untuk kondisi Gampong Uteunkot sampai saat ini aman dan kondusif. Kami tidak ingin satu kejadian kemudian berkembang menjadi isu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman atau ketegangan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh kandidat dan tim pendukung diharapkan dapat mengedepankan sikap dewasa serta menjaga suasana demokrasi agar pelaksanaan Pilchikgam Uteunkot berlangsung secara aman, tertib, dan bermartabat.
“Jangan sampai satu kejadian kemudian menimbulkan anggapan bahwa kondisi gampong tidak aman. Kami memastikan sampai saat ini tahapan pemilihan berjalan dengan baik dan situasi masyarakat tetap kondusif,” katanya.
Terkait kerusakan APK, P2K menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak yang berwenang apabila nantinya ditemukan adanya unsur pelanggaran atau kesengajaan.
P2K Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi
Anggota P2K Gampong Uteunkot sekaligus Koordinator Kampanye, Tgk Muhibuddin, ST., MSM., turut mengajak seluruh calon keuchik, tim pendukung, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pilchikgam dalam suasana yang aman dan kondusif.
Menurut Tgk Muhibuddin, hingga saat ini belum terdapat laporan resmi dari calon keuchik terkait dugaan perusakan APK oleh oknum tertentu.
“Belum ada laporan resmi dari calon keuchik terkait adanya perusakan APK oleh oknum tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak membangun persepsi bahwa kondisi Pilchikgam di Gampong Uteunkot tidak kondusif,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan menjelang hari pemungutan suara.
Tgk Muhibuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilchikgam berlangsung.
“Kami berharap masyarakat Uteunkot bersama-sama menjaga dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pilchikgam ini agar proses pemilihan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan adil,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Karena itu, kontestasi antarcalon hendaknya tidak mengganggu persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Gampong Uteunkot.
“Kita berharap siapa pun yang nantinya terpilih dapat menjadi pemimpin yang membawa Gampong Uteunkot ke arah yang jauh lebih baik ke depan. Karena itu, mari kita sukseskan Pilchikgam ini bersama-sama,” katanya.

Pilchiksung Digelar 20 September 2026
Sebagaimana diketahui, Pemilihan Keuchik Gampong Uteunkot dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.
Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, P2K berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai ketentuan. Masyarakat juga diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas, aman, dan bertanggung jawab.
P2K mengajak seluruh kandidat dan pendukung menjadikan Pilchikgam sebagai momentum memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebagai ruang untuk saling mempertentangkan satu sama lain.
Dengan demikian, kerusakan satu APK yang penyebabnya masih belum diketahui diharapkan tidak berkembang menjadi isu politik yang dapat mengganggu stabilitas dan keharmonisan masyarakat.
P2K Gampong Uteunkot memastikan fokus utama saat ini adalah menjaga kelancaran seluruh tahapan Pilchikgam hingga hari pemungutan suara serta memastikan masyarakat dapat mengikuti proses demokrasi tersebut dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif.
