ACEHSATU.COM | BERITA – Banjir yang melanda Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, PT Medco E&P Malaka bersama Medco Foundation berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Timur, UPTD Puskesmas Lokop, serta Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur menggelar layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak, Sabtu (13/12).
Bencana banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga sejumlah fasilitas umum dan sosial. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah UPTD Puskesmas Lokop. Akibat terjangan banjir, aktivitas pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut terganggu, bahkan sejumlah peralatan medis serta obat-obatan dilaporkan hilang terbawa arus.
Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan, tim gabungan membuka pos layanan medis yang dipusatkan di Kantor Polisi Subsektor Lokop. Layanan ini difokuskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Kegiatan tersebut melibatkan enam dokter umum dan tujuh dokter spesialis dari IDI Cabang Aceh Timur, dengan dukungan bidan dan perawat UPTD Puskesmas Lokop serta tenaga medis dari Medco Foundation. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga konsultasi medis secara gratis.
Layanan kesehatan di Serbajadi ini merupakan bagian dari program Mobile Medical Services yang dijalankan Medco E&P dan Medco Foundation sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat bencana, sekaligus mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pascabanjir.
General Manager Block A Medco E&P, Tutu Paniji, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana alam.
“Kami berharap layanan kesehatan ini dapat meringankan beban masyarakat Serbajadi, khususnya dalam menjaga kondisi kesehatan setelah bencana banjir,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam penanganan bencana. Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, tenaga medis, dan relawan menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan fasilitas.