Batubara Masih Dominasi Nilai Ekspor Aceh

Ringkasan Berita:

  • Dominasi Batubara: Batubara tetap menjadi komoditas ekspor utama Aceh dengan nilai USD 39,40 juta, menyumbang sekitar 60,96% dari total ekspor daerah.
  • Kenaikan Nilai Ekspor: Total nilai ekspor Aceh mencapai USD 64,64 juta, mengalami kenaikan signifikan sebesar 35,84% dibandingkan bulan Januari 2026.
  • Surplus Neraca Perdagangan: Aceh mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 20,77 juta, karena nilai ekspor jauh melampaui nilai impor yang hanya sebesar USD 43,86 juta.
  • India sebagai Mitra Utama: India menjadi negara tujuan ekspor terbesar (78,93%), diikuti oleh Amerika Serikat (kopi dan rempah) serta Thailand (batubara).

BANDA ACEH – Batubara merupakan komoditas utama perdagangan Aceh ke luar negeri. Secara keseluruhan, nilai ekspor mencapai USD 64,64 juta atau naik 35,84 persen dibandingkan Januari 2026.

“Batubara menjadi komoditas yang mendominasi nilai ekspor dengan nilai USD 39,40 juta atau berkontribusi sebesar 60,96 persen terhadap total ekspor,” kata Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik, Rabu, 1 April 2026.

Sponsored

Tasdik menambahkan, nilai ekspor tersebut lebih tinggi dibandingkan impor yang tercatat sebesar USD 43,86 juta.

Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada periode tersebut mengalami surplus sebesar USD 20,77 juta.

Dari sisi negara tujuan, India menjadi mitra dagang terbesar dengan nilai ekspor mencapai USD 51,02 juta atau 78,93 persen, yang didominasi batubara.

Disusul Amerika Serikat sebesar USD 3,73 juta dengan komoditas utama kopi dan rempah-rempah, serta Thailand sebesar USD 2,44 juta yang juga didominasi batubara.

Dikatakan, sebagian besar ekspor Aceh dilakukan melalui pelabuhan di dalam provinsi dengan nilai USD 52,85 juta atau 81,76 persen dari total ekspor.

Sementara sisanya sebesar USD 11,79 juta diekspor melalui pelabuhan di luar daerah, dengan nilai terbesar melalui Sumatera Utara sebesar USD 11,68 juta. ***

Baca Juga