Medco Foundation dan SKK Migas Hadirkan Akses Air Bersih bagi Korban Bencana di Aceh

Ringkasan Berita:

  • Kolaborasi Bantuan: Medco Foundation, SKK Migas, dan KKKS menyalurkan bantuan instalasi pengolahan air bersih berteknologi ultrafiltrasi di tiga kabupaten terdampak banjir di Aceh (Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen).
  • Kapasitas Produksi: Fasilitas ini mampu menghasilkan hingga 25.000 liter air bersih per hari, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar lebih dari 3.000 pengungsi di lokasi yang sulit dijangkau.
  • Solusi Teknologi Spesifik: Teknologi ini berhasil mengolah sumber air yang bermasalah, mulai dari air bendungan yang runtuh, air sungai yang keruh, hingga air sumur bor yang berbau dan berwarna menjadi layak konsumsi.
  • Keberlanjutan Program: Selain pemasangan alat pada 12–17 Januari 2026, warga setempat juga diberikan pelatihan agar nantinya dapat mengelola instalasi air tersebut secara mandiri dengan dukungan pemerintah daerah.

JAKARTA – Medco Foundation bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas kembali menyalurkan bantuan instalasi pengolahan air bersih berteknologi ultrafiltrasi di tiga desa terdampak parah banjir di Aceh.

Dalam siaran pers yang diterima Acehsatu.com, Jumat 23 Januari 2026 menyebutkan, fasilitas ini mampu memproduksi hingga 25.000 liter air bersih per hari, memberikan akses layak bagi lebih dari 3.000 pengungsi di lokasi yang sulit dijangkau.Berita Lokal

Sponsored

Pemasangan dilakukan pada 12–17 Januari 2026, mencakup instalasi hingga pelatihan penggunaan teknologi kepada warga desa.

Di Desa Pante Labu, Aceh Timur, air dari bendungan yang runtuh berhasil diolah menjadi air bersih untuk kebutuhan pengungsi.

Di Desa Lhok Kuyun, Aceh Utara, air sungai keruh dialirkan ke rumah-rumah melalui jaringan Pamsimas yang telah dibersihkan.

Sementara di Desa Pante Baro Buket Panyang, Bireuen, air sumur bor darurat yang berbau dan berwarna berhasil diolah menjadi air layak konsumsi.

“Air bersih ini sangat vital. Kami berkolaborasi dengan SKK Migas dan KKKS untuk memastikan bantuan kemanusiaan bisa memenuhi kebutuhan paling mendasar korban bencana. Ke depan, instalasi ini akan dikelola secara mandiri oleh warga dengan dukungan pemerintah daerah,” ujar Rendra Permana, Head of Program Medco Foundation.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Heru Setyadi menambahkan, pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara agar bantuan selaras dengan kebutuhan pengungsi, terutama pada masa transisi dari tanggap darurat menuju fase pemulihan.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, Medco Foundation bersama SKK Migas dan KKKS juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, sandang, perlengkapan ibadah, peralatan dapur, serta jeriken bagi korban bencana di Sumatera dengan total nilai bantuan sebesar Rp 1,7 miliar. ***

Baca Juga