Maret 2026, Aceh Inflasi 5,31 Persen, Faktor Kenaikan Harga Pangan

Ringkasan Berita:

  • Peningkatan Angka Inflasi Tahunan: Aceh mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 5,31 persen pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
  • Sektor Pengeluaran Dominan: Kelompok pengeluaran dengan andil besar terhadap inflasi meliputi makanan, minuman, dan tembakau, serta sektor penyediaan makanan/restoran dan perumahan.
  • Komoditas Pemicu Utama: Kenaikan harga dipicu oleh komoditas strategis seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, serta rokok (sigaret kretek mesin).
  • Variasi Wilayah di Aceh: Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Aceh Tamiang (0,46 persen), sementara Aceh Tengah menjadi satu-satunya wilayah yang justru mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.

BANDA ACEH – Nilai tahunan inflasi (year on year) mengalami peningkatan pada Maret 2026 dicatat sebesar 5,31 persen dibanding Maret 2025.

Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin, dalam jump apers, Rabu 1 April 2026 mengatakan inflasi tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sponsored

Dari faktor pengeluaran, inflasi paling besar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 5,36 persen.

Disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,16 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,12 persen.

Faktor lain turut menyumbang inflasi antara lain pakaian dan alas kaki (0,90 persen), perlengkapan rumah tangga (1,36 persen), kesehatan (2,40 persen), transportasi (1,29 persen), informasi dan komunikasi (0,75 persen), rekreasi dan budaya (0,97 persen), serta perawatan pribadi dan jasa lainnya (15,78 persen).

Sedangkan dari faktor pendidikan malah mengalami penurunan indeks sebesar 0,11 persen.

Komoditas dominan pendorong inflasi

Tasdik Ilhamudin mengatakan, komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging ayam ras.

“Pelaku penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan andil 0,08 persen,” sebut Tasdik.

Sementara komoditas utama yang memicu inflasi bulanan antara lain udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, dan ikan tongkol.

Secara wilayah, hampir seluruh daerah di Aceh mengalami inflasi bulanan, kecuali Kabupaten Aceh Tengah yang justru mengalami deflasi sebesar 0,56 persen.

Sementara inflasi bulanan tertinggi terjadi di Aceh Tamiang sebesar 0,46 persen. ***

Baca Juga