BENER MERIAH – Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menduga sekitar 2.500 hektare tanah milik masyarakat di Kampung Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, dikuasai oleh sebuah perusahaan yang hingga kini belum jelas identitasnya.
Dugaan tersebut disampaikan Tagore kepada wartawan di Pendopo Bupati Bener Meriah, Jumat (13/2/2026).
Ia menyebut lahan itu merupakan tanah yang pernah diberikan kepada masyarakat saat dirinya menjabat sebagai Bupati Bener Meriah periode 2006–2011.
“Saya mempertanyakan kenapa ada perusahaan-perusahaan yang menguasai tanah rakyat, padahal tanah itu adalah pemberian dari saya semasa menjadi bupati pertama di daerah ini,” ujar Tagore.
Menurutnya, dalam salah satu pasal perjanjian yang dibuat saat pembagian lahan, ditegaskan bahwa tanah tersebut tidak boleh dipindahtangankan dalam bentuk apa pun. Namun, ia mengaku menerima informasi adanya praktik jual beli lahan di kawasan tersebut.
“Sekarang ada jual beli di situ. Katanya ada perusahaan dari Singapura, tapi sampai hari ini saya tidak tahu perusahaan mana. Bahkan disinyalir ada orang yang menjual tanah yang bukan miliknya,” ungkapnya.
Tagore juga menegaskan bahwa lahan yang dimaksud bukan termasuk tanah AAB. Ia menjelaskan, tanah AAB merupakan aset pemerintah di bawah Kementerian Pertanian seluas 340 hektare, meskipun sebagian di antaranya telah dikuasai masyarakat.
“Kalau tanah AAB itu jelas milik pemerintah. Walaupun di situ ada tanah yang sudah dikuasai masyarakat,” jelasnya.
Terkait tanah AAB, Tagore menyatakan pemerintah daerah berencana memberikan sebagian lahan tersebut kepada masyarakat. Sementara sekitar 200 hektare sisanya akan tetap menjadi milik pemerintah untuk dikembangkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jika 200 hektare ini dimanfaatkan dengan baik, bisa dikembangkan untuk peternakan atau sektor lain yang menghasilkan PAD. Jadi kita fokus ke peningkatan PAD, bukan menaikkan pajak,” tegasnya.
Pernyataan ini pun membuka kembali polemik tata kelola dan kepastian hukum atas kepemilikan lahan di wilayah Pintu Rime Gayo, yang kini menjadi sorotan publik. ***