Rumah Untuk Kombatan GAM Rusak Sebelum Dibagikan di Sabang

ACEHSATU.COM | SABANG  — Puluhan unit rumah yang dibangun untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Dusun Jurong Teupin Blang, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Suka Makmue, Kota Sabang, kini tampak rusak dan tidak terawat.

Kompleks perumahan yang seharusnya menjadi simbol reintegrasi sosial itu justru berubah menjadi kawasan terbengkalai.Pantauan di lokasi menunjukkan, rumah-rumah dipenuhi semak belukar setinggi orang dewasa, dengan sejumlah bangunan mengalami kerusakan fisik.

Sponsored

Beberapa atap terlihat bocor, bahkan terdapat unit rumah yang bagian atapnya sudah hilang, diduga akibat terpaan angin kencang.

Tak hanya bangunan, infrastruktur pendukung juga belum tersedia. Jalan penghubung antar-rumah belum dibangun secara layak, sistem drainase tidak terlihat, dan jaringan air bersih pun belum tersedia, membuat kawasan tersebut tidak layak huni hingga kini.

Mantan Kombatan Kecewa Salah seorang mantan kombatan GAM asal Sabang, Fadhil, menyampaikan kekecewaannya karena rumah-rumah tersebut belum juga dibagikan kepada penerima manfaat.

“Lebih baik segera dibagikan. Kalau sudah ada pemiliknya, pasti dirawat. Tidak akan rusak dan tidak ditumbuhi semak seperti sekarang. Kalau tidak ditempati pun bisa disewakan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, jumlah mantan kombatan GAM di Sabang sekitar 33 orang, sementara rumah yang tersedia mencapai 36 unit.

Namun hingga kini, belum ada pembagian atau pengundian resmi terhadap rumah-rumah tersebut.

“Kalau terus dibiarkan, kerusakannya akan makin parah. Akses jalan masuk saja sudah tertutup semak,” katanya.

Belum Ada Kejelasan dari Pemerintah
Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Sabang, Luqmanul Hakim, belum membuahkan hasil. Ia hanya mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Hubungi PPTK-nya,” ujarnya singkat.
Namun hingga berita ini diterbitkan, PPTK belum berhasil dikonfirmasi, sehingga belum ada penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pembagian rumah maupun kondisi infrastruktur kawasan tersebut.

Risiko Kerugian Negara Kondisi rumah yang terbengkalai ini menimbulkan kekhawatiran akan pemborosan anggaran dan potensi kerugian negara, mengingat bangunan yang tidak ditempati terus mengalami kerusakan tanpa perawatan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar:

rumah segera dibagikan kepada penerima manfaa kawasan dibersihkan dan ditata ulang
infrastruktur dasar dibangun program reintegrasi eks kombatan benar-benar berjalan
Jika tidak segera ditangani, kompleks perumahan tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi aset mati, yang gagal menjalankan fungsi sosial dan kemanusiaannya sebagai bagian dari proses perdamaian Aceh.

Baca Juga