Data Izin Tambang Baru Aceh Sepanjang Tahun 2025 dan 2026

PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh menerbitkan 20 Izin Usaha Pertambanga (IUP) emas, tembaga, batubara, bijih besi, kuarsit, dan lainnya sepanjang tahun 2025.

Sementara itu, 1 IUP diterbitkan pada Januari 2026.

Data tersebut dirilis dari analisis IDeAS (Institute for Development of Acehnese Society) dari data terbaru di Dinas ESDM Aceh tahun 2025.

Sponsored

Total luas konsesi lahan mencapai 44.585 Ha dari 20 izin tambang tersebut.

8 IUP tersebut terbit mulai Januari 2025 pada masa Pj Gubernur Safrizal, dan 13 IUP terbit pada Oktober dan November pada masa pemerintahan Gubernur Muzakir Manaf.

Pemerintah Aceh memiliki kewenangan khusus menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP) minerba berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006 (UUPA) dan UU No. 3 Tahun 2020.

Kewenangan ini mencakup pengelolaan mineral dan batubara, kecuali untuk penanaman modal asing yang tetap di bawah pusat.

Direktur IDeAS, Munzami, dalam keterangan tertulisnya, Senin 23 Februari 20206 menyatakan keprihatiannya terhadap maraknya penerbitan izin tambang tersebut.

Apalagi Aceh baru saja ditimpa bencana besar pada 26 November 2025 lalu.

“Kerusakan ekologis akibat maraknya aktivitas tambang baik yang berizin maupun yang ilegal merupakan salah satu penyebab utama terjadinya banjir bandang Aceh,” kata Munzami.

IDeAS meminta Presiden Prabowo untuk melakukan intervensi kebijakan terhadap maraknya penerbitan izin tambang di Aceh.

IDeAS juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI), Satgas PKH beserta instansi terkait untuk melakukan investigasi penelusuran dan penindakan terhadap proses penerbitan 20 IUP yang dinilai tidak wajar.

“Kami mengingatkan pihak legislatif Aceh, terutama Pansus Minerba DPRA agar tidak tidur melihat fenomena maraknya penerbitan izin tambang di Aceh,” sebut Munzami.

IDeAS juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh agar ikut mengawal bersama-sama proses eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam Aceh.

“Jangan sampai masyarakat hanya mendapat bencana sementara para elit pemerintah berkonspirasi dengan para oligarki ataupun korporat luar Aceh baik nasional maupun asing mengeruk SDA Aceh secara bar-bar tanpa kendali,” pungkas Munzami.

Berikut data 20 IUP sepanjang 2025:

Januari 2025

  • PT Aceh Jaya Baru Utama – IUP Emas 2.362 Ha di Aceh Jaya (17/01/2025-2033);
  • PT Abdya Mineral Utama – IUP Emas 2.319 Ha di Abdya (17/01/2025-2033);
  • PT Sumber Energi S – IUP Batubara 4.876 Ha di Singkil (17/01/2025-2032);
  • PT Karya Budidaya Nusantara – IUP Batubara 4.792 Ha di Singkil (14/01/2025-2032);
  • PT Bravo Energi Sentosa – IUP Batubara 3.349 Ha di Singkil (14/01/2025-2032);
  • PT Onetama Kencana Energi – IUP Batubara 4.418 Ha di Singkil (14/01/2025-2032);
  • PT Adikara Reksa Mitra – IUP Bijih Besi 230 Ha di Aceh Besar (10/01/2025-2030);
  • PT Rain Tambang Bersaudara – IUP Tembaga 190 Ha di Aceh Besar (10/01/2025-2030).

Oktober 2025

  • PT Surya Bara Mentari – IUP Batubara 4.327 Ha di Aceh Barat (31/10/2025-2032);
  • PT Kinston Abadi Mineral – IUP Bijih Besi 4.251 Ha di Aceh Selatan (31/10/2025-2033);
  • PT Bumi Mulya Energi – IUP Emas 1.787 Ha di Aceh Jaya (31/10/2025-2033);
  • PT Aurum Indo Mineral – IUP Emas 1.538 Ha di Aceh Selatan (31/10/2025-2030);
  • PT Kinston Abadi Energi – IUP Bijih Besi 596 Ha di Aceh Selatan (31/10/2025-2029);
  • PT Tunas Mandiri Persada – IUP Emas 33 Ha di Aceh Selatan (31/10/2025-2030).

November 2025

  • PT Mineral Mega Sentosa – IUP Emas 739 Ha di Aceh Selatan (19/11/2025-2030);
  • PT Sumber Berkah Energi – IUP Emas 1.568 Ha di Aceh Jaya (18/11/2025-2030);
  • PT Hikmah Beutong Raya – IUP Emas 595 Ha di Nagan Raya (17/11/2025-2030);
  • PT Qasas Sabang Berjaya – IUP Kuarsit 1.823 Ha di Aceh Jaya (19/11/2025-2029);
  • PT Qasas Sabang Berjaya – IUP Kuarsit 3.888 Ha di Aceh Jaya (19/11/2025-2030);
  • PT Berkat Mandiri Persada – IUP Kuarsit 904 Ha di Aceh Jaya (19/11/2025-2028).

Januari 2026

  • PT Alam Cempaka Wangi dengan luas konsesi 1.820 Ha di Nagan Raya (Masa Izin 13/01/2026 – 2031).

Baca Juga