PIDIE JAYA – Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua di Kabupaten Pidie Jaya kembali terendam akibat Sungai Meureudu di kawasan tersebut meluap menyusul jebol tanggul, Rabu 8 April 2026.
Warga harus mengungsi ke tempat lebih tinggi. Banjir juga sempat menggenangi jalan nasional Banda Aceh-Medan.
Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 1,5 meter.
Air yang memasuki beberapa desa tampak mengalir deras. Menjelang tengah malam tadi, banjir di sebagian desa mulai surut.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, kepada wartawan Kamis 9 April 2026 mengatakan, akibat Sungai Meureudu meluap, banyak warga mengungsi ke tempat lebih aman.
Sibral sempat meninjau beberapa lokasi terdampak banjir serta melihat kondisi di sungai Krueng Meureudu.
Menurutnya, tanggul sungai yang sudah dilakukan penanganan pasca banjir akhir November 2025 kembali jebol.
Masyarakat di sana disebut berharap pemerintah pusat melakukan penanganan kembali tanggul dan sungai yang sudah mulai dangkal.
Beberapa desa di sana disebut sangat mudah kebanjiran bila hujan melanda karena sungai meluap.
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, mengatakan pihaknya mengerahkan personel TNI dari Kodim 0102/Pidie dan Yon TP 857/GS ke Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu mengevakuasi warga di 13 desa di Pidie Jaya.
Prajurit TNI disebut ikut membantu pengaturan arus lalu di jalan nasional yang ikut terendam.
Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, mengatakan banjir dipicu pendangkalan sungai (sedimen lumpur) pascabanjir bandang sebelumnya sehingga Krueng Meureudu tidak mampu menampung volume air hujan dari pegunungan. ***
