Seorang Pendaki dari Binjai Meninggal di Gunung Leuser

Ringkasan Berita:

  • Insiden Fatal di Gunung Leuser: Seorang pendaki asal Binjai, Kris Biantoro, meninggal dunia saat melakukan pendakian di jalur Taman Nasional Gunung Leuser, Gayo Lues, pada Kamis, 9 April 2026.
  • Penyebab Kematian: Korban diduga kuat mengalami hipotermia sejak pukul 07.30 WIB saat berada di area kamp lapangan bola dalam perjalanan pulang; tim sempat memberikan pertolongan pertama (RJP) namun tidak berhasil.
  • Profil Rombongan: Korban mendaki bersama rombongan yang terdiri dari 16 orang di bawah pimpinan Sugar Ray Leonard, dan dilaporkan telah memiliki Surat Keterangan Berbadan Sehat serta izin resmi (Simaksi).
  • Kronologi Perjalanan: Rombongan tersebut memulai pendakian pada 31 Maret 2026 dan dijadwalkan kembali ke pos pada hari yang sama dengan terjadinya insiden, yakni 9 April 2026.

GAYO LUES – Seorang pendaki asal Binjai, Sumatera Utara (Sumut), bernama Kris Bianntoro dilaporkan meninggal dunia saat mendaki Gunung Leuser di Gayo Lues, pada Kamis, 9 April 2026.

Dugaan sementara, Kris Biantoro menderita hipotermia.

Sponsored

Hipotermia adalah kondisi gawat darurat saat tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas, sehingga suhu tubuh turun di bawah.

Penyebab utamanya adalah paparan suhu dingin (udara atau air) dalam waktu lama tanpa pelindung, pakaian basah, kelelahan, serta faktor usia dan kondisi medis tertentu

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Blangkejeren Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Ali Sadikin, Jumat, 10 April 2026 mengatakan, informasi adanya seorang pendaki mengalami kondisi darurat berupa hipotermia dari Sugar Ray Leonard, selaku ketua tim yang melapor, pada Kamis, sekira pukul 10.00 WIB.

Posisi darurat tersebut berada di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Leuser. Secara detail yakni di kamp lapangan bola dengan kondisi mengarah perjalanan turun atau pulang.

Berdasarkan keterangan ketua tim, kata Ali Sadikin, korban mengalami hipotermia sejak sekira pukul 07.30 WIB.

Tim pendaki sempat berupaya memberikan pertolongan pertama dengan metode resusitasi jantung paru (RJP).

Berdasarkan informasi dari Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) BBTNGL, Kris Biantoro, berangkat bersama 15 orang lainnya. Ketua tim mereka adalah Sugar Ray Leonard.

Masih berdasarkan surat yang sama, rombongan Kris Biantoro berangkat pada Selasa, 31 Maret 2026 dan akan kembali ke pos, Kamis, 9 April 2026. Sebelumnya juga Kris Biantoro sudah menyertakan Surat Keterangan Berbadan Sehat. ***

Baca Juga