ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – Duka kembali menyelimuti Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prajurit terbaik bangsa, Kopda (Anumerta) Rico Pramudia, dinyatakan gugur usai menjalani perawatan intensif akibat luka berat dalam insiden di Lebanon Selatan pada 29 Maret 2026.
Kopda (Anumerta) Rico Pramudia, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit St. George, Beirut, Jumat (24/4/2026) pukul 10.32 waktu setempat atau 14.32 WIB.
Prajurit yang berdinas di Taban SO RU 1 Ton 2 Kipan A Yonif 114/Satria Musara itu diketahui tengah menjalankan tugas dalam Satgas Yonmek TNI KONGA XXIII-S UNIFIL, bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Semasa pengabdiannya, Rico dikenal sebagai prajurit dengan rekam jejak penugasan yang panjang. Ia pernah tergabung dalam Satgas Pamtas Mobile Papua Tahun 2021 sebelum dipercaya menjalankan misi internasional bersama pasukan perdamaian TNI di Lebanon.
Dedikasi dan loyalitasnya terhadap negara juga tercermin dari berbagai penghargaan dan tanda kehormatan yang diterimanya. Di antaranya Satyalancana Wira Dharma, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun, Satyalancana Santi Dharma, Satyalancana Duta Budaya, hingga penghargaan internasional seperti Lebanese War Medal Order of The Cedar, Medal of Military Merit, UN Medal, Captain Mbaye Diagne Medal, dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian.
Kepergian , Kopda (Anumerta) Rico Pramudia, meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan seperjuangan dan kesatuannya di Yonif 114/Satria Musara.
Lettu Inf Hartoyo, atasan almarhum saat bertugas di Yonif 114/SM, mengenang Rico sebagai sosok prajurit yang disiplin, rendah hati, dan religius.
“Di lingkungan Yonif 114, almarhum dikenal taat agama dan orangnya sangat baik. Beliau juga pernah menjadi guru mengaji bagi rekan-rekannya,” ujar Lettu Inf Hartoyo
Menurutnya, Kopda (Anumerta) Rico Pramudia, merupakan salah satu prajurit dengan dedikasi tinggi serta memiliki prestasi selama menjalankan tugas di kesatuan.
Ucapan belasungkawa juga datang dari PT ASABRI (Persero) Kantor Cabang Lhokseumawe. Perusahaan BUMN yang mengelola Asuransi Sosial bagi Prajurit TNI, Anggota Polri, ASN Kemhan dan Polri itu memastikan seluruh hak ahli waris Almarhum akan dipenuhi.
Pjs Kepala Kantor Cabang PT ASABRI (Persero) Lhokseumawe, Dinar Agus Sara, mengatakan negara hadir melalui ASABRI untuk memastikan keluarga prajurit yang gugur tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian hak.
“Kehadiran ASABRI adalah wujud nyata kepedulian negara. Kami bergerak bersama pemerintah untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kepastian perlindungan melalui pemenuhan hak dan manfaat yang nyata dan berdampak,” kata Dinar.
Adapun hak yang diterima ahli waris almarhum meliputi santunan dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), berupa Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) gugur dan beasiswa anak. Selain itu, ahli waris juga menerima manfaat Program Tabungan Hari Tua (THT) berupa Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA).
Diketahui, Jenazah prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Prosesi pemakaman juga dihadiri Kepala Kantor Cabang PT ASABRI (Persero) Medan dan dilaksanakan secara militer dengan ditandai tembakan salvo. (*)
