Sungai Kembali Meluap, Jembatan Bailey Sawang Nyaris Ambruk

Ringkasan Berita:

  • Kondisi Darurat Jembatan: Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, Aceh Utara, nyaris ambruk dan mengalami kemiringan sekitar 15 derajat akibat luapan air sungai pada 11 Maret 2026.
  • Penyebab Kerusakan: Banjir tersebut menyebabkan pergeseran pada pondasi tiang pancang, sehingga struktur jembatan yang dibangun Polri sejak November 2025 ini menjadi tidak stabil.
  • Pembatasan Akses: Saat ini jembatan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dengan pengawasan faktor keselamatan, mengingat pentingnya akses ini bagi 1.354 KK di empat desa sekitar.
  • Rencana Perbaikan: Polda Aceh menjadwalkan perbaikan permanen pada pondasi jembatan setelah perayaan Idulfitri agar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga kembali normal.

ACEH UTARA – Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara dikabarkan nyaris ambruk menyusul kawasan sungai itu kembali meluap diterjang banjir pada 11 Maret 2026 lalu.

Jembatan bailey tersebut dibangun oleh Polri untuk mengatasi dampak bencana banjir bandang pada November 2025.

Sponsored

Meski demikian, jembatan yang menjadi akses utama bagi warga empat desa tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto kepada wartawan Minggu 15 Maret 2026 mengatakan, hasil pengecekan di lapangan jembatan mengalami pergeseran pada pondasi tiang pancang setelah debit air sungai meningkat dan meluap pada 11 Maret 2026.

“Pergeseran itu menyebabkan salah satu bagian konstruksi jembatan mengalami kemiringan sekitar 15 derajat,” kata Joko.

Meski mengalami kemiringan, katanya, jembatan tersebut saat ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan.

Sementara itu, proses normalisasi dan perapihan jalan penghubung menuju jembatan masih terus dilakukan.

Menurutnya, Polda Aceh juga merencanakan perbaikan pada bagian pondasi jembatan yang mengalami pergeseran setelah perayaan Idulfitri agar jembatan dapat kembali berfungsi secara optimal.

Ia berharap upaya tersebut dapat segera memulihkan akses transportasi warga serta menjaga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat karena menjadi akses penghubung utama bagi empat desa dengan total 1.354 kepala keluarga. ***

Baca Juga