ACEH TIMUR – Munculnya narasi penolakan terhadap perpanjangan kontrak kerja investasi minyak dan gas yang sudah berjalan di Blok A oleh PT. Medco E&P Malaka dinilai menyesatkan publik.
Narasi tersebut dinilai dapat menjadi batu sandungan bagi pengembangan iklim investasi yang sehat untuk pembangunan Aceh di masa mendatang.
Pendapat tersebut disampaikan seorang praktisi ekonomi, Mustakim SE ME kepada ACEHSATU, pada awal Januari 2026, menanggapi munculnya penolakan oleh salah satu anggota DPR Aceh yang meminta agar Pemerintah Aceh menolak perpanjangan kontrak Medco EP Malaka di Blok A.
Dikatakan, sumbangsih aktivitas migas di Aceh Timur secara langsung sudah sangat memberi kontribusi bagi pengembangan perekonomian Masyarakat Aceh, khususnya Aceh Timur.
“Kita bisa bayangkan, ada banyak efek posisif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi yang berada di sekitar areal produksi,” katanya.
Dikatakan, kehadiran PT Medco E&P Malaka di Aceh Timur membawa dampak positif ganda (multiplier effect) kepada banyak pihak.
Data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD) hingga Oktober 2019 lalu menunjukkan bahwa Aceh Timur merupakan daerah penyumbang terbesar penerimaan dana bagi hasil migas sumber penerimaan gas yaitu 65,58 persen dari total produksi hingga Oktober 2019 11,2 juta MMBTU (Million Metric British Thermal Unit).
Sedangkan penyumbang sumber penerimaan minyak bumi terbesar dari Aceh Tamiang yaitu 46,91 persen dari produksi hingga Oktober 2019 sebesar 1,034 juta barel.
Posisi kedua kembali ditempati Aceh Timur dengan jumlah produksi sebanyak 29,78 persen, dan posisi ketiga adalah Aceh Utara sebesar 19,81 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Aceh Timur Naik
Sementara itu, keberadaan sektor hulu migas (PT Medco E&P Malaka) di Aceh Timur, memberikan dampak langsung, dan tidak langsung serta dampak berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan perekonomian daerah.
Kontribusi sektor hulu migas dalam menumbuhkan perekonomian daerah bisa dilihat dari pembentukan produk domestik regional bruto (PDRB) tahun 2019 tumbuh 4,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya tanpa migas.
Kontribusi Medco terhadap Aceh Timur, selaku daerah lokasi wilayah kerja Medco yaitu membuka lapangan pekerjaan, pengembangan ekonomi masyarakat, membangun SDM lebih baik melalui edukasi, dan pembangunan insfrastruktur.
Kontribusi Medco untuk Aceh Timur
PT Medco selaku KKKS telah merealisasikan tanggungjawab sosial (CSR) berupa program pengembangan masyarakat di berbagai bidang.
Antara lain, bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, fasilitas umum, insfrastruktur, lingkungan, dan lainnya.
Di bidang kesehatan, PT Medco merevitalisasi RSUD dr Zubir Mahmud, Aceh Timur, yang mulai beroperasi di tahun 2015, di areal seluas 10 hektare, dengan kapasitas 109 tempat tidur, 4 ruang operasi, unit gawat darurat, poliklinik, dan gedung penunjang.
Di bidang pendidikan, PT Medco menyalurkan beasiswa kepada 14 siswa Aceh Timur ke Ponpes Darul Fallah Bogor, pelatihan pengelasan kepada pemuda di sekitar wilayah operasi, pelatihan padi SRI organic dan peternakan domba bagi petani.
Selain dua bidang utama itu, PT Medco juga melakukan berbagai program pemberdayaan ekonomi, kegiatan pengabdian masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Di antaranya, mengembangkan budidaya lebah madu trigona, pelatihan kompetisi guru, seminar pendidikan untuk guru SMP, pemeriksaan dan kesehatan gratis, rekrutmen sarjana lulusan universitas di Aceh, rekrutmen dan pelatihan 40 putra/putri terbaik Aceh sebagai operator di Blok A Medco, serta turut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana alam di berbagai daerah di Aceh.
Kemudian, membanguan rumah pemberdayaan ibu dan anak, memperbaiki jalan dan jembatan, membangun tempat parkir masjid, sumur bor, dan mendukung kegiatan keolahragaan, dan program positif lainnya.
Selain PT Medco, saat ini ada beberapa kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang telah memproduksi migas di Aceh, yaitu Triangle Pase, PT Pertamina EP-Kawai Energi, Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina E&P, dan PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO). ***
