Warga Atu Lintang Dikejutkan Fenomena Hujan Es

Ringkasan Berita:

  • Waktu dan Lokasi Kejadian: Fenomena hujan es disertai angin kencang melanda Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah, pada Sabtu, 4 Maret 2026, antara pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.
  • Kondisi Fisik: Warga melaporkan adanya butiran kristal es berukuran kelereng kecil yang jatuh dan menimbulkan suara benturan keras di atap seng rumah layaknya lemparan batu koral.
  • Penyebab Ilmiah: Secara meteorologis, fenomena ini dipicu oleh awan Cumulonimbus dan arus udara vertikal kuat (updraft), yang membawa butiran es ke titik beku ekstrem sebelum jatuh ke bumi.
  • Dampak dan Imbauan: Meski tidak ada laporan korban jiwa, petani mengkhawatirkan kerusakan pada tanaman kopi; BPBD pun mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

ACEH TENGAH – Hujan es turun disertai angin kencang di sejumlah desa di Kecamatan di Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu 4 Maret 2026.

Masyarakat di Kecamatan Atu Lintang dikejutkan dengan fenomena hujan es tersebut.

Sponsored

Fenomena ini sempat memicu kegaduhan sekaligus antusiasme warga yang jarang menyaksikan butiran es jatuh dari langit.

Kronologi Kejadian

Hujan mulai mengguyur wilayah Atu Lintang sekitar pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Namun, beberapa menit kemudian, suara benturan keras terdengar di atap seng rumah warga.

Saat diperiksa, butiran kristal es berukuran kelereng kecil tampak berserakan di halaman rumah dan jalanan.

“Awalnya cuma hujan biasa, tapi kok suara di atap keras sekali seperti dilempar batu koral. Pas saya cek ke luar, ternyata sudah banyak butiran es putih,” ujar salah satu warga setempat.

Penyebab Meteorologis

Secara teknis, fenomena ini dikenal sebagai hail. Secara sederhana, proses terjadinya dapat dijelaskan melalui pembentukan awan cumulonimbus yang sangat tinggi, di mana suhu di bagian atas awan mencapai titik beku yang ekstrem.

Dalam istilah fisika atmosfer, pembentukan es ini melibatkan arus udara vertikal yang kuat (updraft).

Ketika butiran es menjadi terlalu berat untuk ditopang oleh updraft, es tersebut jatuh ke permukaan bumi sebelum sempat mencair sepenuhnya.

Dampak di Lapangan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang signifikan atau korban jiwa. Namun, para petani kopi di wilayah Atu Lintang mengkhawatirkan dampak suhu dingin yang ekstrem dan hantaman fisik es terhadap bunga serta buah kopi yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Pihak BPBD Aceh Tengah mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem di wilayah pegunungan seringkali diikuti oleh angin kencang dan potensi tanah longsor. ***

Baca Juga