JAKARTA – PT Medco E&P Malaka mendapat izin dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerima penjualan hasil produksi sumur minyak rakyat di Aceh.
Selain Medco EP Malaka, juga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari Pertamina mendapat izin yang sama.
Langkah ini diharapkan meningkatkan lifting minyak nasional sekaligus menjamin keberlanjutan usaha masyarakat pengelola sumur.
“Kemarin saya menandatangani lagi yang untuk Aceh,” kata Bahlil saat ditemui di sela-sela Rapat Kerja Nasional Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Bahlil mengatakan pemerintah sebelumnya juga telah memberikan izin kerja sama penjualan hasil produksi sumur minyak rakyat di Sumatera dan Jawa.
Menurut dia, hasil produksi sumur rakyat berpotensi menambah lifting minyak nasional.
Kerja sama tersebut juga diharapkan memberi kepastian bagi masyarakat yang mengelola sumur minyak rakyat. (Yang ambil) ada dua, Medco dan Pertamina,” ujar Bahlil.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari penerapan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Tata Cara Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Tiga Perjanjian Kerja Sama di Aceh
Sebelumnya, pada Jumat (2/10/2026), sejumlah KKKS di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani tiga perjanjian kerja sama (PKS) untuk membeli hasil produksi sumur minyak masyarakat di wilayah kerja Aceh.
Perjanjian tersebut melibatkan Koperasi Produsen Keuramat Jaya Energy dan PT Pema Global Energy (PGE), serta Koperasi Produsen Tata Seuramo Peureulak, PT Aceh Timur Energi dan Mineral (ATEM), dan PT Medco E&P Malaka.
Kepala BPMA Mawardi Nur mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat produksi sumur minyak masyarakat di wilayah kerja Blok A Aceh Timur dan Blok B Aceh Utara.
Mawardi mengatakan dirinya mendapat arahan dari Menteri ESDM untuk terus meningkatkan lifting minyak dan gas bumi di Aceh.
Arahan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kita terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional serta mengoptimalkan sumber daya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mawardi Nur. ***
