Aceh Utara dan Aceh Timur Kembali Terendam Banjir

LHOKSUKON — Banjir susulan kembali merendam permukiman penduduk di Kabupaten Aceh Utara, dan Aceh Timur, Kamis, 8 Januari 2026 menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Luapan air sungai mengalir ke rumah-rumah warga, meski daerah ini baru saja memasuki masa transisi pascatanggap darurat banjir besar yang terjadi akhir November 2025 lalu.

Sponsored

Informasi dihimpun, banjir melanda sedikitnya empat kecamatan, yakni Langkahan, Tanah Jambo Aye, Cot Girek, dan Lhoksukon. Ketinggian air bervariasi, diperkirakan mencapai 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

Salah seorang warga Kilometer 7 Gampong Kumbang, Kecamatan Lhoksukon, T Bakhtiyar, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan dengan cepat merendam ratusan rumah penduduk. Hingga sore hari, debit air masih terus meningkat.

Ia menyebutkan banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Krueng Peutoe. Selain merendam permukiman warga, air juga menggenangi ruas jalan lintas Lhoksukon–Cot Girek yang merupakan akses utama masyarakat menuju pusat kota.

Bakhtiyar berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tanggul tersebut. Menurutnya, setiap musim hujan, luapan air sungai kerap masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai satu hingga hampir dua meter.

“Kami warga di sini sudah pasrah karena sering kejadian. Tapi kami tetap berharap pemerintah segera memperbaiki tanggulnya,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir, mengatakan hingga saat ini petugas masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah kecamatan dan warga yang terdampak banjir susulan tersebut.

33 Gampong di Aceh Timur Terendam Banjir

Sementara itu, puluhan desa (gampong) di Kabupaten Aceh Timur kembali terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, berdasarkan data sementara yang diterima hingga siang hari, sebanyak 33 gampong di tujuh kecamatan terdampak banjir.

“Berdasarkan data yang masuk siang ini, setidaknya terdapat 33 gampong di tujuh kecamatan yang terendam banjir,” kata Iskandar.

Ia merinci, tujuh kecamatan yang dilanda banjir tersebut meliputi Kecamatan Simpang Ulim dengan 15 gampong, Birem Bayeun satu gampong, dan Rantau Selamat satu gampong.

Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Julok sebanyak 13 gampong, Kecamatan Sungai Raya satu gampong, Kecamatan Nurussalam satu gampong, serta Kecamatan Banda Alam satu gampong.

Bupati meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Ia juga telah menginstruksikan seluruh camat untuk terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan. ***

Baca Juga