Klaim Nol Pengungsi, Mahasiswa Tantang Presiden Prabowo Turun dan Lihat Langsung

Ringkasan Berita:

  • Kontradiksi Klaim Pemerintah: Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie, membantah klaim Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan sudah tidak ada pengungsi banjir di tenda darurat pasca-salat Idulfitri di Aceh Tamiang.
  • Fakta di Lapangan: Berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, faktanya masih ada sekitar 5.000 hingga 6.000 jiwa yang bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak berat dan belum ada hunian sementara yang layak.
  • Kondisi Memprihatinkan: Para pengungsi dilaporkan merayakan Idulfitri dan menjalani Ramadan dalam keterbatasan kebutuhan dasar di berbagai wilayah Aceh, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Pidie Jaya.
  • Tantangan untuk Presiden: Mahasiswa menantang Presiden Prabowo untuk meninjau lokasi secara langsung tanpa protokoler agar melihat realita sebenarnya, serta mendesak percepatan pembangunan hunian dan distribusi bantuan yang merata.

BANDA ACEH — Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa tidak ada lagi pengungsi banjir yang bertahan di tenda darurat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo Subianto usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, Sabtu, 21 Maret 2026.

Sponsored

Menanggapi pernyataan Prabowo, Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Tengku Raja Aulia Habibie menyesalkan klaim Prabowo yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Ribuan warga hingga hari ini masih tinggal di tenda dan belum mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Habibie, Minggu, 22 Maret 2026.

Ia menantang Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung ke lokasi banjir tanpa protokoler.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, masih terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 jiwa yang berada di pengungsian.

Mereka tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Timur.

Menurutnya, para pengungsi belum dapat kembali ke rumah karena mengalami kerusakan berat serta belum tersedianya hunian sementara yang layak dan merata.

Habibie juga menyoroti kondisi warga selama Ramadan. Ia menyebut banyak pengungsi masih kekurangan kebutuhan dasar dan menjalani ibadah puasa dalam keterbatasan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Idulfitri yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru dirasakan dengan penderitaan oleh masyarakat yang masih tinggal di tenda,” ujarnya.

Ia turut mengkritik pemerintah yang dinilai lebih banyak menyampaikan janji dibandingkan realisasi di lapangan.

Percepatan pemulihan yang selama ini disampaikan, kata dia, belum berjalan optimal.

“Jangan hanya fokus pada pencitraan dan laporan di atas kertas, sementara masyarakat masih menderita,” kata Habibie.

Ia juga meminta Presiden untuk melihat langsung kondisi di lapangan tanpa bergantung pada laporan.

“Jika ingin melihat fakta, datanglah tanpa pengawalan dan tanpa pemberitahuan. Lihat langsung bagaimana kondisi masyarakat di pengungsian,” ujarnya.

Habibie menegaskan, pemerintah harus fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, memastikan distribusi bantuan merata, serta mempercepat pembangunan hunian layak bagi korban banjir. ***

Baca Juga