GAYO LUES – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Utara dan Sumatera Barat masih menyisakan segudang persoalan yang belum dituntaskan oleh Pemerintah, terutama pada penyediaan infrastruktur dasar bagi para penyintas.
Sebuah video viral di media sosial, sejumlah siswa menyeberang melewati titi gantung darurat diatas derasnya arus sungai di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Jembatan utama sepanjang 200 meter putus total akibat dihantam banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.
Banjir bersar tesebut juga merusak fasilitas SDN Kendawi dan SMPN satu atap Kendawi.
Warga Desa Kendawi Gayo Lues menyiasati akses yang lumpuh, warga secara swadaya membentangkan tali baja darurat agar anak-anak tetap bisa pergi ke sekolah.
Mereka rela pertaruhkan nyawa menyebrangi sungai dia atas tali baja yang terbentang sepanjang 200 meter.
Setiap hari, sejumlah anak sekolah harus melewati jembatan gantung yang kondisinya memprihatinkan demi bisa tiba di sekolah.
Jembatan tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan permukiman warga dengan fasilitas pendidikan.
Selain akses utama menuju kesekolah, akses ini merupakan akses utama warga Kendawi menuju ke fasilitas kesehatan dan lahan pertanian.
Meski terlihat rapuh dan berisiko, para pelajar tetap melintas. Akses ini merupakan jalur terdekat menuju ke Sekolah, meski ada jalur alternatif lain, namun mereka harus menempuh jarak sejauh 25 kilometer lebih.
Warga setempat berharap pemerintah cepat melakukan perbaikan jembatan ini agar mempermudah akses menuju ke sekolah dan aktivitas warga lainya.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat di segerakan oleh pemerintah, karena jembatan ini merupakan akses vital, selain ke sekolah jembatan ini akses menuju rumah sakit umum gayo Lues”, kata Karmila, warga Kendawi, Senin 27 Juli 2026.
Kondisi ini telah mereka lalui selama 9 bulan pasca bencana hidrometrologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. ***
