Bupati Bireuen: Saya tidak Tolak Huntara, tak Janji Huntap

Ringkasan Berita:

  • Aksi Protes Warga: Sebanyak 17 KK (35 orang) korban banjir dari Desa Kapa membangun tenda dan menginap di halaman Kantor Bupati Bireuen sejak Kamis (12/3) sebagai bentuk protes atas pengabaian hak-hak mereka.
  • Tuntutan Korban: Warga menagih kepastian mengenai Dana Tunggu Hunian (DTH) dan memprotes nama mereka yang tidak terdaftar dalam bantuan Jaminan Hidup (Jadup).
  • Klarifikasi Bupati: Dalam pertemuan dini hari pada Jumat (13/3), Bupati Bireuen, Mukhlis, menyatakan tidak pernah menolak Hunian Sementara (Huntara) dan tidak pernah menjanjikan Hunian Tetap (Huntap), karena wewenang tersebut berada di pemerintah pusat.
  • Sikap Bertahan: Hingga Sabtu malam, para pengungsi menegaskan akan tetap bertahan di kantor bupati sampai ada langkah konkret dan kepastian mengenai hak-hak mereka sebagai korban bencana.

BIREUEN –  Sejumlah warga korban banjir dari Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen membangun tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen sejak Kamis, 12 Maret 2026.

Aksi ini dilakukan para korban banjir tersebut karena merasa hak-haknya sebagai korban diabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Sponsored

Para korban menagih Dana Tunggu Hunian (DTH) dan tidak terdaftar dalam bantuan Jaminan Hidup (Jadup).

Bupati Bireuen Mukhlis menjumpai korban banjir pada Jumat 13 Maret 2026 sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

Dalam pertemuan dengan korban banjir, Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan tidak pernah menolak Huntara dan juga tidak pernah memberikan janji terkait Huntap.

“Saya tak pernah tolak huntara dan tak janji huntap,” kata Bupati Mukhlis.

Menurutnya, wewenang terkait kedua jenis hunian tersebut berada di tangan pemerintah pusat.

Pertemuan dini hari di sebuah mushalla dekat kantor bupati.

Bupati juga mempersilahkan perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bireuen untuk menjawab pertanyaan korban banjir.

Para pengungsi berharap Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, dapat segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.‎

Hingga Sabtu malam jumlah pengungsi yang mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen tercatat mencapai 17 kepala keluarga dengan total 35 orang.

Mereka menyatakan akan tetap bertahan di lokasi tersebut sampai ada kepastian mengenai hak-hak mereka sebagai korban bencana. ***

Baca Juga