ACEH UTARA | ACEHSATU.COM — Pembangunan ruang belajar darurat pascabanjir di Aceh Utara tetap direalisasikan meski terjadi pengalihan pada tiga lokasi dari rencana awal.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Aceh Utara, Muhammad Johan, dikonfirmasi pada Selasa (24/02/2026) mengatakan perubahan lokasi dilakukan setelah tim melakukan verifikasi langsung terhadap tingkat kerusakan sekolah terdampak banjir.
“Semua bantuan tetap dibangun. Hanya ada penyesuaian lokasi di tiga titik agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Adapun lokasi yang mengalami pengalihan yakni:
- SMA Negeri 2 Langkahan dialihkan ke SMA Negeri 1 Langkahan
- SMA Negeri 1 Sawang dan SMA Negeri 1 Murah Mulia dialihkan ke sekolah lain yang dinilai lebih membutuhkan berdasarkan kondisi kerusakan
Penyesuaian tersebut membuat realisasi pembangunan terkonsentrasi di 9 sekolah dari 11 lokasi awal, dengan total 20 unit ruang belajar darurat yang tetap dibangun.
Sembilan lokasi realisasi pembangunan meliputi:
- SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye (2 unit)
- SMA Negeri 1 Baktiya (3 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya (2 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya Barat (3 unit)
- SMK Negeri 1 Muara Batu (2 unit)
- SMA Negeri 1 Tanah Pasir (2 unit)
- SMK Negeri 1 Lapang (1 unit)
- SMA Negeri 2 Seunuddon (3 unit)
- SMA Negeri 1 Langkahan (2 unit)
Sementara itu, berdasarkan surat penetapan Nomor 400.3.13/18256 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Aceh pada 23 Desember 2025, Aceh Utara sebelumnya ditetapkan menerima bantuan di 11 lokasi, yakni:
- SMA Negeri 2 Tanah Jambo Aye (2 unittiya (3 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya (1 unit)
- SMK Negeri 1 Baktiya Barat (3 unit)
- SMK Negeri 1 Muara Batu (2 unit)
- SMA Negeri 1 Tanah Pasir (2 unit)
- SMK Negeri 1 Lapang (1 unit)
- SMA Negeri 2 Seunuddon (1 unit)
- SMA Negeri 1 Sawang (2 unit)
- SMA Negeri 2 Langkahan (2 unit)
- SMA Negeri 1 Murah Mulia (1 unit)
Muhammad Johan menegaskan, pengalihan dilakukan agar pembangunan benar-benar menyasar sekolah dengan tingkat kerusakan paling parah, sehingga proses belajar mengajar dapat segera pulih.
Program ruang belajar darurat ini merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabanjir di Aceh Utara, guna memastikan kegiatan belajar siswa tidak terganggu dalam jangka panjang.(*)
