REDELONG – Banjir bandang kembali menerjang aliran Sungai Wih Gile di Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Kamis sore, 8 Januari 2026.
Luapan air bah yang datang tiba-tiba membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Air sungai meluap membawa material tanah serta bongkahan kayu dari kawasan pegunungan, mengikuti aliran Sungai Wih Gile menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan.
Peristiwa tersebut sempat terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Bener Meriah, Anwar Sahdi, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat banjir bandang tersebut.
“Sungai Wih Gile sempat meluap dengan membawa material tanah dan bongkahan kayu. Namun peristiwa itu tidak berlangsung lama,” kata Anwar kepada media.
Menurutnya, luapan air bah tersebut tidak merusak jembatan utama di ruas jalan nasional Bireuen–Takengon yang melintasi Kampung Damaran Baru.
“Petugas masih berada di lapangan untuk melakukan pengecekan. Informasi terakhir, air sungai sudah menyusut dan belum ada laporan kerusakan,” ujarnya.
Meski demikian, Anwar mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak lengah, mengingat potensi hujan deras masih diperkirakan terjadi di wilayah Bener Meriah dalam beberapa hari ke depan.
Banjir bandang di Sungai Wih Gile bukan kali pertama terjadi. Pada 13 September 2015, banjir serupa sempat merusak sedikitnya 16 rumah warga di Kampung Damaran Baru.
Sungai Wih Gile, yang berarti “Air Gila”, dikenal kerap meluap secara tiba-tiba. Pada kondisi normal, aliran sungai relatif kecil dan tidak deras, namun dapat berubah ekstrem saat hujan lebat di kawasan hulu. ***
