Warga Ketol Demo, Tuntut Penangangan Lubang Raksasa

Ringkasan Berita:

  • Aksi Unjuk Rasa Warga: Forum Masyarakat Ketol (Formasket) mendatangi Gedung DPRK Aceh Tengah pada 3 Maret 2026 untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanganan lubang raksasa di Pondok Balik.
  • Kondisi Lubang Semakin Meluas: Dalam sebulan terakhir, lubang tersebut telah meluas hingga mencakup area 4 hektare dengan kedalaman mencapai 100 meter, yang merusak pemukiman, akses jalan, serta lahan perkebunan kopi warga.
  • Kritik terhadap Pemerintah Daerah: Warga mengecam sikap Bupati yang dinilai kurang peduli dan hanya memberikan janji tanpa realisasi konkret, meski wilayah tersebut telah dikunjungi Menteri sebanyak dua kali.
  • Tuntutan Langkah Nyata: Massa mendesak pemerintah segera membangun jalan alternatif, memberikan penanganan darurat bagi desa yang terisolasi, serta melakukan kajian relokasi permanen bagi kampung di zona rawan bencana.

ACEH TENGAH – Warga Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Selasa, 3 Maret 2026.

Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Ketol (Formasket) menuntut pemerintah bertanggung jawab pascalubang raksasa yang semakin meluas.

Sponsored

Lubang raksasa tersebut terus mengancam pemukiman warga serta merusak lahan pertanian dan perkebunan.

Dalam orasinya, warga meminta kehadiran Bupati Halili untuk menjelaskan sikap dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

“Bupati kalau hadir ke lubang raksasa janga hanya selfie-selfie saja. Menteri sudah hadir dua kali, tapi kebijakan daerah apa, tidak ada kepedulian,” teriak Sutrisno.

Ia mengatakan, dalam satu bulan terakhir, lubang raksasa semakin meluas yang mencapai empat hektare dengan kedalaman sekitar 100 meter.

“Aktivitas warga di sana belum normal. Kami hanya menerima janji – janji tanpa realisasi. Sampai hari ini, jalan alternatif saja belum ada,” tambah Agusdianto dalam orasinya.

Agusdianto mengatakan kondisi di Pondok Balik tidak hanya memutus akses transportasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Beberapa kampung di Kecamatan Ketol bahkan disebut perlu direlokasi akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 lalu.

Kondisi lubang raksasa telah mengancam pemukiman warga, termasuk badan jalan dan lahan pertanian serta kebun kopi masyarakat Ketol. Demikian pula, sejumlah desa yang terdampak masih terisolasi.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari penanganan darurat, pembangunan jalan alternatif, hingga kajian relokasi permanen bagi kampung-kampung yang berada di zona rawan. ***

Baca Juga