Ratusan Ribu Ternak Mati Diterjang Banjir, Peternak Aceh Utara Merugi Hingga Rp 556 Miliar

Ratusan Ribu Ternak Mati Diterjang Banjir, Peternak Aceh Utara Merugi Hingga Rp 556 Miliar

ACEHSATU.COM | ACEH UTARA – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2026 meninggalkan dampak serius bagi sektor peternakan. Pemerintah daerah mencatat ratusan ribu ekor ternak milik warga mati, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnakkeswan) Aceh Utara melaporkan sebanyak 473.345 ekor ternak mati akibat banjir yang terjadi pada 26 November 2026. Ternak tersebut terdiri dari 14.301 ekor sapi, 278 kerbau, 31.095 kambing, 6.317 domba, 291.757 ayam, serta 129.591 itik.

Sponsored

Tak hanya menyebabkan kematian ternak, banjir juga berdampak luas terhadap jutaan hewan ternak lainnya. Secara keseluruhan, bencana tersebut mempengaruhi 4.940.349 ekor ternak milik masyarakat, mulai dari sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, hingga itik yang tersebar di berbagai kecamatan terdampak.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, mengatakan seluruh data kerugian telah melalui proses pendataan dan validasi di lapangan sebelum disampaikan ke pemerintah pusat.

“Data kerugian sektor peternakan sudah kami kirimkan ke pemerintah pusat sebagai dasar pengajuan bantuan bagi peternak yang terdampak banjir,” ujar Muntasir, Selasa (10/2/2026).

Dampak banjir ini juga dirasakan menjelang tradisi meugang Ramadan, yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan daging. Disbunnakkeswan Aceh Utara mencatat stok ternak tahun ini hanya 3.573 ekor, turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6.121 ekor.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunnakkeswan Aceh Utara, Cut Teti Udiati, mengakui penurunan stok ternak tak terlepas dari bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

“Banjir berdampak langsung terhadap ketersediaan ternak. Biasanya pasokan tidak hanya dari luar daerah, tapi juga dari peternak lokal yang kini terdampak,” kata Cut, Minggu (8/2/2026).

Adapun rincian stok ternak meugang Ramadan tahun ini meliputi 2.202 sapi jantan, 499 sapi betina tidak produktif, 283 sapi Australia, 393 kerbau jantan, serta 196 kerbau betina tidak produktif, dengan total 3.573 ekor.

Secara keseluruhan, kerugian sektor peternakan akibat banjir besar di Aceh Utara diperkirakan mencapai Rp 556 miliar, menjadikannya salah satu sektor paling terdampak dalam bencana tersebut.

Baca Juga