Pemerintah Salurkan Bansos untuk Korban Bencana Sumatera, Ini Jumlahnya

Ringkasan Berita:

  • Penyaluran Dana Besar: Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama senilai total Rp878,68 miliar untuk korban bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
  • Jenis Bantuan: Bantuan tersebut mencakup tiga kategori utama: Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), serta Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp450.000 per bulan selama tiga bulan.
  • Alokasi Terbesar di Aceh: Provinsi Aceh menerima porsi bantuan terbesar senilai Rp450,76 miliar, dengan Kabupaten Pidie Jaya menjadi wilayah penerima terbanyak (Rp241 miliar).
  • Mekanisme dan Tujuan: Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia dengan tujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat terdampak, serta dipastikan akan ada gelombang bantuan berikutnya.

JAKARTA – Pemerintah menyalurkan bansos tahap pertama bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 878.681.800.000.

Sponsored

Bantuan tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Penyaluran ini disebut sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Nanti ada gelombang (pemberian bantuan) berikutnya,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Sabtu 7 Maret 2026.

Hal tersebut ia sampaikan saat menutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat 6 Maret 2026

Bantuan tahap pertama terdiri atas Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), dan Jaminan Hidup (Jadup).

Secara keseluruhan, BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai total Rp 543.088.000.000, rinciannya BIH sebesar Rp 203.658.000.000 dan BSSE sebesar Rp 339.430.000.000.

Selain itu, pemerintah menyalurkan Jadup kepada 248.588 penerima manfaat.

Bantuan sebesar Rp 450.000 per bulan selama tiga bulan itu memiliki total anggaran Rp 335.593.800.000 dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Sebelumnya, Tito juga menyinggung penyaluran bantuan tersebut dalam acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi dan Sosialisasi Penambahan TKD Tahun 2026 bagi daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh (6/3/2026).

Untuk Provinsi Aceh, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 450.765.150.000. BIH dan BSSE diberikan kepada 35.085 KPM dengan total Rp 280.680.000.000, terdiri atas BIH Rp 105.255.000.000 dan BSSE Rp 175.425.000.000.

Sementara Jadup disalurkan kepada 125.989 penerima manfaat dengan total anggaran Rp 170.085.150.000.

“400 miliar di antaranya adalah di Aceh, separuhnya 241 miliar itu di Pidie Jaya,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan untuk masyarakat Sumut mencapai Rp 82.809.950.000.

Dari jumlah itu, BIH sebesar Rp 11.028.000.000 dan BSSE Rp 18.380.000.000 diberikan kepada 3.676 KPM dengan total Rp 29.408.000.000.

Sedangkan Jadup disalurkan kepada 39.557 penerima manfaat dengan total Rp 53.401.950.000.

Adapun bantuan untuk masyarakat Sumbar mencapai Rp 43.440.100.000.

BIH sebesar Rp 10.617.000.000 dan BSSE Rp 17.695.000.000 diberikan kepada 3.539 KPM dengan total Rp 28.312.000.000.

Sementara Jadup disalurkan kepada 11.206 penerima manfaat dengan total Rp 15.128.100.000.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.

Bantuan juga diharapkan mendukung percepatan pemulihan sosial ekonomi di wilayah terdampak dan tersalurkan tepat sasaran berdasarkan data yang telah diverifikasi. ***

Baca Juga