Luapan Krueng Peuto Rendam Tiga Gampong di Aceh Utara, Ratusan KK Terdampak

Ringkasan Berita:

  • Luapan Sungai Krueng Peuto akibat hujan deras merendam tiga gampong di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, yakni Gampong Krueng Lt, Kumbang Lt, dan Dayah Lt.
  • Sebanyak 400 KK lebih terdampak banjir, dengan rincian 93 KK di Krueng Lt, 210 KK (785 jiwa) di Kumbang Lt, dan 97 KK di Dayah Lt. Ketinggian air mencapai 1 hingga 1,2 meter.
  • Warga kembali mengalami banjir untuk kedua kalinya pada Mei 2026 dan mendesak pemerintah segera memperbaiki sejumlah tanggul rusak di sepanjang Krueng Peuto yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir berulang.

ACEH UTARA | ACEHSATU.COM – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Utara menyebabkan luapan Sungai Krueng Peuto dan merendam sedikitnya tiga gampong di Kecamatan Lhoksukon. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir yang terjadi sejak dini hari, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan data dari pemerintah kecamatan, banjir menggenangi Gampong Krueng Lt, Gampong Kumbang Lt, dan Gampong Dayah Lt dengan ketinggian air berkisar antara 1 hingga 1,2 meter. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai surut dan warga telah kembali membersihkan rumah masing-masing.

Sponsored

Camat Lhoksukon Kamaruddin KS, mengatakan air mulai naik ke pekarangan rumah warga sekitar pukul 00.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, genangan air juga menghambat akses di jalan lintas Cot Girek – Lhoksukon.

“Air naik ke pekarangan warga sekitar pukul 00.00 WIB dan menggenangi jalan lintas Cot Girek sekitar pukul 01.00 WIB,” kata Kamaruddin.

Ia menjelaskan, di Gampong Krueng Lt tercatat sebanyak 93 KK terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 1,2 meter. Sementara di Gampong Kumbang Lt, sebanyak 210 KK atau 785 jiwa terdampak dengan ketinggian air yang sama.

Adapun di Gampong Dayah Lt, sebanyak 97 KK turut terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 1 hingga 1,2 meter.

“Saat ini kondisi air sudah mulai surut dan warga terdampak mulai membersihkan rumah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Camat, banjir yang berulang di kawasan tersebut berkaitan dengan kondisi tanggul di sepanjang aliran Krueng Peuto yang mengalami kerusakan. Namun, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi disebut telah menyiapkan langkah penanganan.

Ia mengungkapkan bahwa Bupati Aceh Utara bersama instansi terkait telah mendorong Pemerintah Aceh untuk menangani tanggul yang jebol di kawasan tersebut.

“Pak Bupati bersama dinas terkait sudah berhasil mendorong provinsi untuk menangani tanggul yang jebol tersebut. Informasinya proses tender pembangunan tanggul itu sudah selesai dan akan dikerjakan tahun ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),” ujar Camat.

Menurut informasi yang diterimanya, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tanggul tersebut mencapai sekitar Rp8 miliar.

Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan banjir yang kembali terjadi untuk kedua kalinya sepanjang Mei 2026. Mereka menilai kondisi tersebut dipicu oleh beberapa titik tanggul di sepanjang aliran Krueng Peuto yang telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapat penanganan maksimal.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan tanggul guna mencegah banjir berulang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian ekonomi.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi terdampak banjir.***

Baca Juga