Kebakaran Dini Hari Hanguskan Rumah di Pusong, Armada Damkar Aceh Utara Tak Dapat Dikerahkan

Ringkasan Berita:

  • Insiden Kebakaran Dini Hari: Satu unit rumah di kawasan Pusong, Aceh Utara, hangus terbakar pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 03.13 WIB. Api menjalar dengan cepat saat warga masih tertidur, sehingga memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
  • Kendala Armada Pemadam Lokal: Pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Utara tidak bisa turun ke lokasi karena banyak unit yang mengalami kerusakan berat dan sedang usai digunakan memadamkan kebakaran lahan di wilayah lain sebelumnya.
  • Bantuan dari Lhokseumawe: Mengingat kondisi armada lokal yang tidak siap, bantuan justru datang dari Pemkot Lhokseumawe yang mengirimkan dua unit mobil pemadam untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
  • Sorotan terhadap Kesiapan Pemda: Peristiwa ini memicu kritik masyarakat terkait minimnya armada pemadam yang aktif (dilaporkan hanya tersisa dua unit di seluruh kabupaten), sementara pihak Pemkab Aceh Utara menyatakan masih melakukan pengecekan lebih lanjut terkait status operasional armada mereka.

ACEH UTARA – Satu unit rumah warga di kawasan Pusong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan terbakar pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 03.13 WIB.

Insiden yang terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur itu berlangsung cepat dan memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Sponsored

Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali diketahui berasal dari bagian dalam rumah sebelum membesar dan menjalar ke seluruh bangunan.

Dalam hitungan menit, kobaran api tampak membubung dan menerangi area sekitar, membuat warga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu proses pemadaman.

Warga berupaya menahan laju api dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.

Namun, armada pemadam milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dilaporkan tidak dapat diturunkan ke lokasi karena mengalami kerusakan.

Seorang warga di lokasi menyebutkan bahwa bantuan justru datang dari Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari daerah tersebut tiba dan langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan, sehingga tidak merembet ke rumah lainnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, saat ini hanya dua unit armada pemadam kebakaran Aceh Utara yang masih beroperasi, masing-masing berada di Pos Alue Bili dan Pos Krueng Mane.

Sejumlah unit lainnya dilaporkan dalam kondisi tidak layak pakai.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran maupun estimasi kerugian.

Data mengenai kemungkinan adanya korban juga masih dalam proses pendataan.

Sementara itu, Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Tgk Mutasir Ramli, menjelaskan bahwa tidak turunnya sejumlah armada pemadam kebakaran disebabkan oleh kondisi kendaraan yang sedang mengalami kerusakan dan dalam proses perbaikan.

“Dapat kami informasikan bahwa armada Pemadam Kebakaran Pos Landeng dalam kondisi rusak berat setelah digunakan saat pemadaman kebakaran lahan di Cot Girek beberapa waktu lalu,” ujar Tgk Mutasir dalam keterangan resminya.

Selain itu, satu unit armada dari Pos Alue Bili juga mengalami kerusakan kategori sedang usai dikerahkan untuk menangani kebakaran lahan di Gampong Geudumbak, Kecamatan Langkahan, pada 16 Februari lalu.

“Kedua armada tersebut saat ini sedang dalam proses perbaikan agar dapat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” lanjutnya.

Ia menegaskan, begitu menerima laporan dari warga terkait kebakaran rumah di Pusong, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran segera meminta bantuan dukungan (back up) dari Pos Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe guna mempercepat penanganan di lokasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kami menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh personel Pemadam Kebakaran Kota Lhokseumawe atas respons cepat serta solidaritas yang telah terbangun selama ini dalam membantu warga terdampak musibah kebakaran,” kata Tgk Mutasir.

Sementara itu, saat awak media menanyakan terkait jumlah total armada pemadam kebakaran yang saat ini aktif di Aceh Utara menyusul informasi awal yang diterima redaksi menyebutkan hanya dua unit dapat beroperasi, dua unit dalam kondisi rusak, dan beberapa lainnya telah dilelang Tgk Mutasir menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Nanti saya coba cek informasi lagi ya, Bang,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi tambahan dari pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Peristiwa ini memunculkan perhatian masyarakat terhadap kesiapan sarana penanggulangan kebakaran di daerah tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan agar kejadian serupa dapat ditangani lebih cepat dan optimal di masa mendatang. ***

Baca Juga