Warga Singkil Gelar Aksi Protes, Nafasindo Dianggap tak Peduli Kerusakan Lingkungan

Ringkasan Berita:

  • Tuntutan Aksi Massa: Kelompok Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar demo di Kantor Bupati dan Mapolres Aceh Singkil untuk memprotes PT Nafasindo yang dinilai merusak lingkungan dan minim kontribusi sosial (CSR).
  • Masalah Operasional & Transparansi: Massa menyoroti dugaan ketidakpedulian perusahaan terhadap infrastruktur jalan yang rusak, mempertanyakan transparansi perizinan, serta mendesak penarikan aparat Brimob dari area perusahaan.
  • Desakan Investigasi: Koordinator aksi meminta Kapolres Aceh Singkil membentuk tim khusus untuk menyelidiki aktivitas perusahaan dan mendesak Bupati memanggil pimpinan PT Nafasindo guna memberikan klarifikasi publik.
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah: Massa merasa kecewa karena tidak ditemui langsung oleh Bupati Safriadi Oyon dan mengancam akan menggelar aksi lanjutan di lokasi jalan yang rusak pada minggu depan.

ACEH SINGKIL — Sejumlah masyarakat Aceh Singkil menggelar aksi protes terhadap aktivitas PT Nafasindo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin 27 April 2026.

Massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menilai aktivitas PT Nafasindo bermasalah mulai dari dugaan kerusakan lingkungan hingga minimnya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sponsored

Koordinator aksi, Masdi Munthe, menyebut pihaknya menemukan sejumlah persoalan terkait aktivitas perusahaan di Desa Sebatang dan Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah.

Aksi diwarnai dengan orasi dan pembentangan spanduk berisi tuntutan.

Masdi Munthe mengatakan, pihaknya menduga perusahaan tidak peduli terhadap lingkungan dan kondisi sosial Masyarakat setempat.

Selain itu, massa juga menyebut, keberadaan PT Nafasindo belum memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Mereka juga mempertanyakan transparansi operasional serta perizinan perusahaan tersebut.

Dalam tuntutannya, massa meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.

“Kami mendesak Kapolres Aceh Singkil untuk membentuk tim khusus guna menyelidiki aktivitas Perusahaan,” kata Masdi Munthe.

Tak hanya itu, massa juga meminta Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, memanggil pimpinan PT Nafasindo untuk memberikan klarifikasi kepada publik.

Namun, dalam aksi tersebut, massa tidak mendapatkan tanggapan langsung dari bupati.

Masdi menilai ketidakhadiran kepala daerah sebagai bentuk kurangnya respons terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami akan kembali minggu depan, namun bukan di kantor bupati atau polres, melainkan di lokasi jalan yang rusak,” tegasnya.

Massa aksi juga menyoroti keberadaan aparat Brimob di area perusahaan yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi pengamanan.

Mereka meminta agar aparat tersebut ditarik.

Sebelum mendatangi Kantor Bupati, massa terlebih dahulu menggelar aksi di depan Mapolres Aceh Singkil.

Demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.

PT Nafasindo adalah perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari NAFAS Estate Sdn. Bhd. asal Malaysia dan beroperasi menghasilkan minyak kelapa sawit. ***

Baca Juga