ACEH TIMUR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Balai I dan Balai IV dikabarkan telah melakukan survei lapangan terhadap ruas jalan Jalan penghubung antarkecamatan di wilayah Kemukiman Blang Seunong, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur sepanjang 70 kilometer.
Jalan tersebut dipastikan akan diaspal pada tahun 2027 mendatang.
Camat Pantee Bidari Darkasyi SE juga hadir mendampingi tim PPK BPJN dalam survey tersebut.
Jalan itu membentang mulai dari Gampong Pante Labu di Blang Seunong hingga Gampong Sah Raja, wilayah perbatasan dengan Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan bantuan lanjutan pengaspalan jalan yang dilayangkan Pemerintah Kecamatan Pantee Bidari kepada Satgas Galapena DPR RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, tertanggal 5 Agustus 2026.
Dalam surat tersebut, para keuchik di lingkup Kemukiman Blang Seunong menyampaikan bahwa kondisi jalan lintas kecamatan itu rusak parah dan berlumpur akibat dampak musibah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025.
Keuchik Blang Seunong, Dede Mulyono kepada wartawan, Kamis 10 September 2026, mengatakan, sebanyak 11 gampong yang tergabung dalam Kemukiman Blang Seunong terdampak langsung oleh kerusakan jalan yang menjadi urat nadi penghubung antar-desa dan antarkecamatan itu.
Kerusakan semakin parah seiring genangan air yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Menurutnya, kondisi ini sangat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kecamatan Pante Bidari dengan Kecamatan Samar Kilang di Kabupaten Bener Meriah.
“Atas dasar ini, kami warga melalui para keuchik meminta agar dilakukan pembangunan lanjutan proyek Inpres Jalan Desa (IJD) tahun 2023 yang sempat berjalan namun belum menjangkau keseluruhan ruas jalan yang dibutuhkan,” tuturnya.
Turunnya tim PPK BPJN Balai I dan Balai IV ke lokasi menjadi kabar yang disambut positif oleh masyarakat, khususnya warga 11 gampong yang selama ini terdampak langsung kerusakan jalan tersebut.
Hasil survei ini menjadi dasar bagi rencana pembangunan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Dede menjelaskan, jika rencana ini terwujud, ruas jalan Blang Seunong Sah Raja akan menjadi jalur strategis baru yang menghubungkan dua kabupaten, yakni Aceh Timur dan Bener Meriah.
Sekaligus membuka akses ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat di kedua wilayah.
Apresiasi untuk TA Khalid dan Satgas PB DPR RI
Sementara itu, perjuangan mewujudkan pembangunan jalan ini turut mendapat dukungan dari TA Khalid yang membawa aspirasi masyarakat ke Pusat.
“Terima kasih kepada Pak TA Khalid dan Pak Prof Susmi Dasco sebagai Satgas DPR RI atas perhatiannya kepada kami warga pelosok pemukiman Blang Seunong dengan Adanya jalan Inpres yang telah bapak TA Khalid advokasi kepada Kementerian PU. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden,” ucap Dede Mulyono.

Dukungan tersebut dinilai warga menjadi salah satu faktor pendorong sehingga aspirasi pembangunan jalan ini dapat sampai dan direspons langsung oleh Kementerian PU melalui BPJN.
“Kami berharap, setelah survei ini proses pengaspalan tidak menemui kendala apa pun agar kami masyarakat pedalaman bisa merasakan akses jalan yang bagus dan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, seperti mengeluarkan hasil bumi untuk dibawa ke kota,” harapnya. ***
