1.069 Hektare Sawah di Pirak Timur Masih Tadah Hujan, Warga Harapkan Pembangunan Irigasi

Ringkasan Berita:

  • 1.069 hektare sawah masih tadah hujan. Petani di Kecamatan Pirak Timur masih bergantung pada curah hujan karena jaringan irigasi belum berfungsi.
  • Pembangunan irigasi mendesak. Masyarakat berharap pembangunan jaringan irigasi segera direalisasikan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
  • Cakupan irigasi mencapai 1.600 hektare. Selain Pirak Timur, pembangunan irigasi direncanakan menjangkau wilayah kecamatan lain.
  • Normalisasi Krueng Pirak menjadi prioritas. Luapan sungai saat hujan deras kerap menyebabkan banjir di Kecamatan Pirak Timur dan Matangkuli.
  • Warga mengusulkan penanganan jangka panjang. Selain normalisasi sungai, masyarakat meminta pembangunan tanggul dan pelebaran Krueng Pirak.

ACEH UTARA | ACEHSATU.COM – Sebanyak 1.069 hektare areal persawahan di Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara, masih bergantung pada curah hujan karena jaringan irigasi belum berfungsi. Kondisi itu mendorong masyarakat meminta pembangunan irigasi segera direalisasikan.

 

Sponsored

Persoalan tersebut disampaikan Camat Pirak Timur, Julfar Abdar, saat mendampingi kunjungan kerja anggota DPR RI Tgk. H. Ruslan Daud (HRD) ke wilayah itu, Senin, 3 November 2026.

 

Julfar mengatakan, pembangunan irigasi menjadi kebutuhan mendesak bagi petani. Selama ini, aktivitas pertanian di wilayah tersebut masih mengandalkan air hujan sehingga ketersediaan air untuk mengairi sawah sangat bergantung pada kondisi cuaca.

 

“Kami meminta beliau melihat langsung titik lokasi rencana pembangunan irigasi di Pirak Timur. Saat ini semuanya masih dalam kondisi tidak berfungsi,” kata Julfar.

 

Menurut dia, pembangunan jaringan irigasi di Pirak Timur nantinya akan melayani 1.069 hektare persawahan. Jika diperluas hingga wilayah kecamatan lainnya, total cakupan areal yang direncanakan mencapai 1.600 hektare.

 

Selain persoalan irigasi, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan normalisasi Krueng Pirak yang berdampak terhadap Kecamatan Pirak Timur dan Matangkuli.

 

Julfar menjelaskan, setiap hujan dengan intensitas tinggi, debit air Krueng Pirak meningkat dan meluap ke daratan hingga menggenangi permukiman warga. Karena itu, normalisasi sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir.

 

Untuk penanganan jangka panjang, masyarakat turut mengusulkan pembangunan tanggul dan pelebaran sungai.

 

Julfar berharap kunjungan HRD dapat mendorong percepatan pembangunan irigasi dan normalisasi Krueng Pirak. Dengan tersedianya jaringan pengairan, petani di Pirak Timur diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan.***

Baca Juga