Warga Pusung Kapal Aceh Tamiang Selamatkan Lumba-Lumba Hidung Botol yang Terdampar

Ringkasan Berita:

  • Penemuan Satwa: Dua ekor lumba-lumba hidung botol ditemukan terjebak di alur dangkal area tambak warga Desa Pusung Kapal, Aceh Tamiang, saat warga sedang menjala ikan.
  • Penyebab Terdampar: Mamalia laut tersebut terjebak akibat kondisi air laut yang sedang surut, sehingga mereka tidak bisa kembali ke perairan dalam dengan sendirinya.
  • Aksi Penyelamatan: Warga setempat bergotong-royong mengevakuasi lumba-lumba tersebut saat air mulai pasang dan mengarahkannya kembali ke habitat aslinya di laut lepas.
  • Kondisi Akhir: Meski sempat terlihat melemah saat pertama kali ditemukan, kondisi kedua lumba-lumba dilaporkan membaik setelah berhasil mencapai perairan yang lebih dalam.

SERUWAY – Warga Desa Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, dikejutkan dengan terdamparnya dua ekor Lumba-Lumba hidung botol di alur kecil area tambak milik warga, Rabu (05/03/2026).

Penemuan tersebut terjadi saat warga sedang menjala ikan di sekitar perairan yang berada tidak jauh dari tambak masyarakat setempat.

Sponsored

Mengetahui adanya dua Lumba-Lumba yang terjebak, warga segera berinisiatif melakukan penyelamatan dengan mengevakuasi kedua satwa laut tersebut secara bersama-sama agar dapat kembali ke perairan yang lebih dalam.

Sekretaris Desa Pusung Kapal, Yudi Amri Umar, yang turut terlibat dalam proses penyelamatan menjelaskan bahwa lumba-lumba tersebut terjebak di alur perairan dangkal akibat kondisi air laut yang sedang surut.

“Lumba-Lumba ini terjebak di alur yang dangkal karena air laut surut. Setelah air mulai pasang, kami bersama warga langsung mengevakuasi dan mengarahkan keduanya ke perairan yang lebih dalam,” ujar Yudi Amri Umar dalam video proses evakuasi tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa saat pertama ditemukan kondisi Lumba-Lumba terlihat melemah. Namun setelah dilakukan evakuasi dan diarahkan kembali ke laut yang lebih dalam, kondisi keduanya mulai membaik.

“Alhamdulillah, dari kondisi ikan yang sebelumnya melemah, setelah kami evakuasi kini sudah mulai membaik. Mudah-mudahan kedua Lumba-Lumba ini dapat selamat dan kembali ke habitatnya,” tambahnya.

Aksi cepat dan kepedulian warga Desa Pusung Kapal ini menjadi contoh nyata kepedulian masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian satwa laut di lingkungan mereka. ***

Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) adalah mamalia laut cerdas berukuran 2-4 meter, berwarna abu-abu dengan moncong pendek khas seperti botol.

Mereka predator puncak yang hidup sosial di perairan tropis/sedang, sering mendekati pesisir, dan berumur 40-50 tahun.

Hewan ini dilindungi di Indonesia karena statusnya hampir terancam punah. ***

Baca Juga