Terdeteksi 41 Titik Panas di Aceh, Sebagian Capai Level 9

Ringkasan Berita:

  • Deteksi Titik Panas: BMKG Sultan Iskandar Muda mendeteksi 41 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai wilayah Aceh berdasarkan pantauan sensor satelit terbaru.
  • Tingkat Kepercayaan Tinggi: Mayoritas titik panas berada pada tingkat kepercayaan level 8, bahkan beberapa di antaranya mencapai level 9, yang mengindikasikan potensi kuat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • Wilayah Terdampak: Sebaran titik panas mencakup Aceh Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, hingga Pidie Jaya.
  • Konsentrasi Terbanyak: Kabupaten Aceh Timur menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas terbanyak, yakni mencapai 25 titik yang tersebar di beberapa kecamatan seperti Serbajadi dan Peunaron.

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Iskandar Muda mendeteksi sedikitnya 41 titik panas atau hotspot tersebar di sejumlah wilayah di Aceh.

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan sensor satelit MODIS (Terra, Aqua, dan Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS.

Sponsored

Prakirawan cuaca BMKG Sultan Iskandar Muda, Muhammad Niza Andria, Jumat 24 April 2026 kepada media mengatakan dari data tersebut, mayoritas titik panas berada pada tingkat kepercayaan tinggi (confidence level) 8, bahkan beberapa mencapai level 9.

Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan , khususnya di wilayah-wilayah yang terdeteksi.

Dikatakan, sebaran titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, serta Pidie Jaya.

Aceh Timur daerah terpantau dengan konsentrasi terbanyak,” katanya.

Ditambahkan, di Aceh Jaya tiga titik panas terdeteksi, di Kecamatan Panga terdeteksi dengan koordinat 95.7128 BT dan 4.567 LU serta tingkat kepercayaan 8.

Sementara di Kecamatan Teunom, terdapat dua titik panas masing-masing pada koordinat 95.7921 BT; 4.4823 LU dan 95.7916 BT; 4.4862 LU, keduanya dengan tingkat kepercayaan 8.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, tiga titik panas terdeteksi yaitu di Kecamatan Banda Mulia dengan koordinat 98.1135 BT; 4.4234 LU serta Kecamatan Bendahara pada dua titik berbeda, yakni 98.2249 BT; 4.4642 LU dan 98.2235 BT; 4.4635 LU.

Seluruhnya memiliki tingkat kepercayaan 8.

Sebaran paling dominan berada di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 25 titik panas.

Di Kecamatan Banda Alam terdapat dua titik panas dengan tingkat kepercayaan 8. Kecamatan Birem Bayeun mencatat tiga titik panas pada koordinat 97.8432 BT; 4.58 LU, 97.7698 BT; 4.3507 LU, dan 97.7987 BT; 4.5748 LU, seluruhnya dengan kepercayaan 8.

Sementara di Kecamatan Peunaron, sedikitnya lima titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan 8, masing-masing pada koordinat 97.5989 BT; 4.6639 LU hingga 97.5996 BT; 4.6655 LU.

Sedangkan di Kecamatan Peureulak mencatat lima titik panas dengan tingkat kepercayaan dominan 8 dan satu titik pada level 7.

Kecamatan Rantau Selamat mencatat dua titik panas dengan kepercayaan 8, sedangkan Ranto Peureulak terdapat satu titik dengan kepercayaan 7.

Di Kecamatan Serbajadi ditemukan enam titik panas, dengan satu titik mencapai tingkat kepercayaan 9 dan lainnya 8. Selain itu, Kecamatan Simpang Jernih juga mencatat satu titik panas dengan kepercayaan 8.

Di Kabupaten Aceh Utara terdeteksi dua titik panas. Titik panas terdeteksi di Kecamatan Kuta Makmur dengan koordinat 97.0383 BT; 5.0365 LU dan Kecamatan Paya Bakong dengan koordinat 97.2357 BT; 4.9167 LU, keduanya dengan tingkat kepercayaan 8.

Kabupaten Bireuen mencatat dua titik panas di Kecamatan Jeunieb dengan tingkat kepercayaan 8.

Sementara di Kota Langsa, satu titik panas terpantau di Kecamatan Langsa Timur dengan kepercayaan 8.

Di Kota Lhokseumawe, dua titik panas terdeteksi di Kecamatan Muara Satu dengan tingkat kepercayaan 8.

Sedangkan di Kabupaten Pidie Jaya, titik panas terpantau di Kecamatan Bandar Baru dengan kepercayaan 8 serta dua titik di Kecamatan Trienggadeng dengan tingkat kepercayaan 7. ***

Baca Juga