JAKARTA – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
Ciri-ciri sosok misterius penyiram air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diungkap KontraS.
Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Dihimpun dari berbagai sumber berikut ciri-ciri pelaku:
- Pelaku pertama (pengendara): laki-laki, pakaian kaus berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga jins, helm berwarna hitam.
- Pelaku kedua (penumpang): Laki-laki, menggunakan penutup wajah/masker/bluff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus berwarna biru tua, celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jins
Kronologi
Menurut Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya, penyiraman itu terjadi setelah Andrie Yunus menghadiri siniar berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata Dimas dalam siaran pers resmi KontraS di Instagram, Jumat, (13/3/2026).
Kata Dimas, setelah peristiwa itu, Andrie dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Korban menderita luka bakar 24 persen.
Dimas berujar, kasus penyiraman itu merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela hak asasi manusia (HAM).
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil,” kata Dimas.
“Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia.”
Menurut KontraS, penyiraman itu terjadi menjelang tengah malam.
“Pukul 23.37 Andrie Yunus sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I, Talang, dan kemudian dua orang pelaku menghampiri dengan melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua, yakni diduga motor matik Honda Beat keluaran tahun 2016 sampai dengan 2021,” kata KontraS.
Salah seorang pelaku lalu menyiramkan air keras ke Andrie hingga mengenai tubuh bagian kanan korban.
Andrie langsung berteriak kesakitan dan menjatuhkan motornya.
Korban lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapat penanganan darurat. Matanya terkena air keras.
Menurut pemeriksaan, tidak ada barang milik Andrie yang dirampas saat peristiwa terjadi. ***
