Summer Course 2026 Berakhir, Umuslim–NGU Jepang Perluas Kolaborasi Pendidikan hingga Program untuk Anak Palestina

Ringkasan Berita:

  • Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terus memperkuat jejaring pendidikan internasional melalui kerja sama dengan Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang
  • Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., mengatakan Summer Course 2026 tidak sekadar menjadi program kunjungan mahasiswa Jepang ke Aceh.
  • Summer Course memberikan ruang bagi mahasiswa dari kedua negara untuk belajar secara langsung, tidak hanya dalam aspek akademik

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, terus memperkuat jejaring pendidikan internasional melalui kerja sama dengan Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang.

Setelah sukses melaksanakan Summer Course 2026, kedua perguruan tinggi sepakat memperluas kolaborasi, tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui program Students of Change serta rencana membuka akses pendidikan bagi anak-anak Palestina.

Sponsored

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., mengatakan Summer Course 2026 tidak sekadar menjadi program kunjungan mahasiswa Jepang ke Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan akademik, sosial, dan budaya yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.

Hal itu disampaikan Marwan saat ditemui pewarta di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026), sehari setelah rangkaian kegiatan Summer Course 2026 Umuslim–NGU Jepang berakhir.

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd
Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd

“Kerja sama Umuslim dengan NGU Jepang sudah dimulai sejak 2025. Memang sempat terhenti karena pandemi Covid-19, tetapi hubungan dan berbagai kegiatan kerja sama tetap kita jalankan secara daring,” ujar Marwan.

Menurut dia, Summer Course memberikan ruang bagi mahasiswa dari kedua negara untuk belajar secara langsung, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga mengenai kehidupan sosial dan budaya masing-masing.

“Kita berharap pelaksanaan Summer Course 2026 memberikan dampak nyata, khususnya bagi mahasiswa Umuslim dan NGU Jepang, bagi kedua perguruan tinggi, maupun masyarakat luas. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga memahami kehidupan sosial dan budaya masing-masing,” katanya.

Kolaborasi Berlanjut setelah Summer Course

Marwan menegaskan, berakhirnya Summer Course tidak berarti berakhir pula interaksi antara mahasiswa Umuslim dan NGU Jepang.

Saat ini, seorang mahasiswa NGU Jepang masih berada di Umuslim untuk mengikuti program Students of Change. Sebaliknya, dua mahasiswa Umuslim juga sedang mengikuti program serupa di NGU Jepang.

“Tidak semua mahasiswa NGU Jepang langsung kembali. Masih ada satu mahasiswa yang tinggal di Umuslim untuk mengikuti program Students of Change. Pada saat yang sama, dua mahasiswa Umuslim juga sedang berada di NGU Jepang dalam program yang sama,” jelasnya.

Program tersebut berlangsung selama satu tahun dan akan dilanjutkan oleh mahasiswa berikutnya. Skema ini diharapkan membuat interaksi dan pertukaran pengalaman antarmahasiswa kedua universitas berlangsung secara berkesinambungan.

“Program ini berjalan selama satu tahun dan selanjutnya akan dilanjutkan oleh mahasiswa lainnya. Jadi, hubungan dan interaksi mahasiswa kedua universitas terus berlanjut,” ujar Marwan.

Umuslim Dorong Perluasan Jejaring di Jepang

Ke depan, Umuslim berharap pola kerja sama yang telah terbangun bersama NGU dapat dikembangkan dengan perguruan tinggi lain di Jepang.

“Kita berharap program seperti ini dapat terus berkembang, tidak hanya dengan NGU Jepang, tetapi juga dengan universitas-universitas lain di Jepang. Kami juga berharap kerja sama internasional ini nantinya dapat membuka peluang bagi perguruan tinggi lain di Aceh,” kata Marwan.

Menurutnya, internasionalisasi perguruan tinggi tidak semata-mata ditandai dengan kedatangan mahasiswa asing. Lebih dari itu, internasionalisasi harus mampu membangun jejaring akademik, pertukaran pengetahuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta interaksi budaya yang memberikan manfaat jangka panjang.

Umuslim–NGU Siapkan Akses Pendidikan bagi Anak Palestina

Di tengah penguatan kolaborasi pendidikan tersebut, Umuslim dan NGU Jepang juga menyepakati peluang pendidikan bagi anak-anak Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA untuk melanjutkan studi di Umuslim.

Salah satu bidang yang dipersiapkan adalah pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Umuslim.

“Selain kerja sama akademik, Umuslim bersama NGU Jepang juga telah menyepakati peluang pendidikan bagi anak-anak Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan SMA untuk melanjutkan studi di Umuslim, khususnya di Fakultas Kedokteran,” ungkap Marwan.

Ia menjelaskan, pembiayaan pendidikan dalam skema tersebut akan ditanggung bersama oleh kedua institusi.

“Pembiayaannya disepakati sebesar 50 persen ditanggung Umuslim dan 50 persen oleh NGU Jepang,” katanya.

Program tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.

“Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Ini menjadi bagian dari komitmen kita untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama internasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Marwan.

Seulanga in Harmony, Growing in Diversity

Sebelumnya, Summer Course 2026 Umuslim–NGU Jepang diisi dengan berbagai kegiatan akademik, sosial, dan budaya.

 

Mahasiswa NGU berinteraksi langsung dengan mahasiswa Umuslim dan masyarakat Aceh. Mereka diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat, tradisi, budaya, serta berbagai kearifan lokal yang berkembang di Aceh.

 

Interaksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa kedua negara untuk menemukan persamaan sekaligus memahami perbedaan budaya Indonesia dan Jepang.

Bagi Umuslim, kehadiran mahasiswa internasional juga memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa lokal serta mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi global.

Semangat “Seulanga in Harmony, Growing in Diversity” menjadi salah satu pesan utama dalam program tersebut. Perbedaan budaya dipandang bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai kekuatan untuk saling belajar, memahami, dan tumbuh bersama.

 

Kerja sama Umuslim dan NGU Jepang telah diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, termasuk Summer Course dan student exchange. Pada Maret 2026, Umuslim juga melepas mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di NGU Jepang.

 

Dengan berakhirnya Summer Course 2026, kedua institusi diharapkan tidak hanya mempertahankan hubungan yang telah terjalin, tetapi juga memperluas kualitas dan cakupan kolaborasi.

Dari Aceh dan Jepang, kerja sama tersebut kini diarahkan menjadi jembatan pendidikan, budaya, persahabatan, dan kemanusiaan yang manfaatnya diharapkan semakin luas—termasuk melalui rencana membuka akses pendidikan bagi anak-anak Palestina mulai 2027.

Baca Juga