ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 350 anak yatim dan santri dari sejumlah dayah di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang digelar di Mapolres Bireuen, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kehadiran ratusan anak yatim dan santri turut memberikan warna tersendiri dalam peringatan Maulid yang digelar keluarga besar Polres Bireuen tersebut.
Para santri berasal dari Dayah Abiya Jeunieb dan Dayah Tusop (Ayah Sop Jeunieb). Mereka dijemput sejumlah personel Polres Bireuen selepas salat Jumat menggunakan kendaraan yang telah disiapkan panitia.

Setibanya di Mapolres Bireuen, para santri tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Badar, dilanjutkan sambutan Kapolres, tausiah Maulid, zikir, doa, serta pemberian santunan.
Peringatan Maulid turut dihadiri Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama istri, jajaran Polres Bireuen, ulama, serta sejumlah tamu undangan.
Kehadiran Kapolres bersama istri juga memperkuat suasana kekeluargaan. Keduanya tampak berbaur dan memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan para santri yang hadir.
Kapolres: Kehadiran Anak Yatim Membawa Keberkahan
Dalam sambutannya, AKBP Yulhendri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anak yatim dan santri yang memenuhi undangan keluarga besar Polres Bireuen.
Ia mengatakan, kehadiran mereka memberikan makna dan keberkahan tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Terima kasih kepada anak-anak yatim dan para santri yang telah hadir. Kehadiran kalian menjadi kebahagiaan dan keberkahan bagi keluarga besar Polres Bireuen,” ujar Yulhendri.
Menurutnya, peringatan Maulid tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap hubungan antara Polri, ulama, dayah, santri, dan masyarakat terus terjalin dalam semangat silaturahmi untuk menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan penuh kebersamaan.
Abiya Jeunieb Sampaikan Kisah Rasulullah dan Para Sahabat
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Abiya Jeunieb, Tengku Muhammad Yusuf Nasir.
Dalam ceramahnya, Abiya Jeunieb mengisahkan perjalanan kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat. Kisah tersebut disampaikan sebagai bahan renungan sekaligus teladan bagi jamaah, khususnya para santri dan generasi muda.
Pesan mengenai akhlak mulia, kasih sayang, penghormatan kepada orang tua dan guru, keteguhan iman, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam tausiah tersebut.
Para santri tampak antusias mengikuti ceramah hingga selesai
Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa yang dipimpin Abiya Jeunieb. Lantunan zikir dan shalawat menggema di lingkungan Mapolres Bireuen, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan.
Santunan untuk 350 Anak Yatim dan Santri
Puncak kegiatan ditandai dengan pemberian santunan kepada 350 anak yatim dan santri.
Satu per satu penerima santunan mendapatkan bantuan dari jajaran Polres Bireuen. Prosesi berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Suasana semakin semarak dengan lantunan zikir dan musik religi yang mengiringi pembagian santunan. Nuansa Islami tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus keceriaan bagi anak-anak yang menerima santunan.
Senyum dan wajah bahagia para anak yatim dan santri menjadi salah satu pemandangan yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut.
Bagi para santri, kehadiran mereka di Mapolres Bireuen bukan hanya untuk menerima santunan. Mereka juga mengikuti zikir dan shalawat, menyimak tausiah, serta bersilaturahmi dengan jajaran kepolisian dan para ulama.
Kebersamaan Kapolres Bireuen bersama istri dengan para anak yatim dan santri semakin memperlihatkan suasana kekeluargaan sepanjang kegiatan.
Maulid Menjadi Momentum Memperkuat Kepedulian Sosial
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mapolres Bireuen menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan, mulai dari penjemputan para santri selepas salat Jumat, tausiah, zikir, doa hingga pemberian santunan, menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian, ulama, dayah, santri, dan masyarakat.
Keceriaan 350 anak yatim dan santri menjadi bagian penting dari peringatan tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Abiya Jeunieb dan foto bersama jajaran Polres Bireuen, ulama, anak yatim, santri, serta para tamu undangan.
Peringatan Maulid itu meninggalkan pesan bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak hanya dilakukan dengan mengenang kelahirannya, tetapi juga dengan menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan kebahagiaan bagi sesama.
