Rakor TPP Gandapura, 40 Gampong Diminta Segera Gelar Pra-Musrenbang dan Rembug Stunting

Ringkasan Berita:

  • 40 gampong di Kecamatan Gandapura diminta segera menjadwalkan Pra-Musrenbang dan Rembug Tematik Stunting.
  • Camat Gandapura Birul Walidin meminta pendamping desa berkoordinasi langsung dengan gampong dan tidak memengaruhi keputusan terkait pola pelaksanaan rembug.
  • Rembug Tematik Stunting ditegaskan harus menghasilkan pemetaan masalah dan usulan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
  • Seluruh tahapan diminta segera dituntaskan agar hasil pembahasan dapat diproses dan diinput sesuai batas waktu yang ditentukan pada November.

BIREUEN – Pemerintah Kecamatan Gandapura meminta 40 gampong di wilayah tersebut segera menjadwalkan Pra-Musrenbang dan Rembug Tematik Stunting.

Hal itu menjadi fokus rapat koordinasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Gandapura bersama Camat Gandapura Birul Walidin, S.STP., M.Ec.Dev., di ruang kerja Camat Gandapura, Kamis (10/9/2026).

Sponsored

Birul meminta Pendamping Lokal Desa (PLD) segera berkoordinasi dengan gampong dampingan untuk menentukan jadwal pelaksanaan kedua agenda tersebut.

“Segera ajak gampong menjadwalkan Tematik Stunting dan Pra-Musrenbang. Apakah nantinya satu rembug digunakan untuk dua agenda atau dilaksanakan terpisah, itu menjadi keputusan gampong. Jangan dipengaruhi,” tegas Birul.

Ia menekankan percepatan tetap harus mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan yang berlaku agar hasil perencanaan pembangunan gampong dapat dipertanggungjawabkan.

TAPM Pendamping Desa Kabupaten Bireuen Fauzi, ST, juga mengingatkan TPP agar tidak melewatkan tahapan dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut.

“Semua tahapan harus dilakukan. Jangan sampai ada tahapan yang terlewat atau tidak dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator TPP Kecamatan Gandapura Helmi Dharmawan, ST, meminta Rembug Tematik Stunting melibatkan Kader Pembangunan Manusia (KPM), Puskesmas, UPTD KB dan unsur kecamatan.

Menurut Helmi, rembug tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Forum tersebut harus mampu memetakan persoalan stunting dan menghasilkan usulan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Usulan bisa berupa fisik, kegiatan maupun peningkatan kesadaran masyarakat, seperti tidak buang air besar sembarangan dan tidak membuang sampah sembarangan. Semua harus dilihat berdasarkan permasalahan nyata di gampong,” jelasnya.

Kasi PMG Kantor Camat Gandapura Arbaiyah, S.Sos, meminta pelaksanaan Tematik Stunting di 40 gampong segera dituntaskan. Demikian pula Pra-Musrenbang agar hasil pembahasan dapat diproses dan diinput sesuai batas waktu yang ditentukan.

Rakor menyepakati seluruh TPP Gandapura segera berkoordinasi dengan gampong dampingan untuk menetapkan jadwal pelaksanaan kedua agenda tersebut pada pekan ini.

Secara substansi, Pra-Musrenbang dan Rembuk Stunting memang menjadi bagian penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Hasil analisis dan pembahasan stunting dapat menjadi bahan penyusunan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting dalam perencanaan pembangunan.

Korespondensi Muhammad Idris

Baca Juga