ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, menyusul imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem memasuki pekan pertama September 2026.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., melalui poster informasi yang dipublikasikan pada akun media sosial pribadinya pada dini hari, Jumat (4/9/2026).
Pesan tersebut dengan cepat mendapat perhatian masyarakat. Poster bertajuk “Aceh Timur Siaga Banjir Bandang: BMKG Naikkan Status Jadi Siaga” tersebut kemudian dibagikan dan diteruskan secara luas oleh warganet, tidak hanya di Aceh Timur, tetapi juga di berbagai wilayah Aceh.
Dalam imbauannya, masyarakat diminta tidak menganggap remeh perubahan cuaca dan potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu berbagai bencana, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai dan kawasan perbukitan.
Adapun sejumlah potensi yang perlu diwaspadai meliputi hujan lebat dengan intensitas tinggi, banjir bandang di daerah aliran sungai, tanah longsor di wilayah perbukitan, serta angin kencang dan gelombang tinggi.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini, termasuk memastikan keselamatan anggota keluarga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta mengikuti informasi dan peringatan resmi dari pihak berwenang.
“Tingkatkan kewaspadaan, siapkan diri dan keluarga. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Mari kita tingkatkan kewaspadaan, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga diri, keluarga, serta lingkungan. Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam poster tersebut.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana. Informasi peringatan dini harus diterima, dipahami dan diteruskan kepada masyarakat lainnya agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.
Viralnya imbauan tersebut juga menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama. Warganet secara sukarela turut menyebarluaskan pesan kewaspadaan tersebut melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak lengah, serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Bersama kita lebih kuat, Aceh lebih aman.”
Reporter Muhammad Idris