Aceh Alami Inflasi 6,94 Persen, Aceh Tengah Tertinggi, Tamiang Terendah

Ringkasan Berita:

  • Tingkat Inflasi Tahunan: Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (y-on-y) sebesar 6,94% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,96. Meskipun secara tahunan melonjak, pada skala bulanan (m-to-m) justru terjadi deflasi sebesar 0,24%.
  • Wilayah Terdampak: Kabupaten Aceh Tengah mengalami inflasi tertinggi di Aceh sebesar 8,44%, sedangkan inflasi terendah berada di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34%.
  • Pemicu Utama: Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak paling tajam (18,43%), diikuti oleh perumahan, air, dan listrik (16,98%). Sektor makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi sebesar 2,23%.
  • Komoditas Berpengaruh: Kenaikan harga didominasi oleh tarif listrik, emas perhiasan, beras, dan daging ayam ras. Sebaliknya, komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan bensin menjadi faktor penahan laju inflasi.

BANDA ACEH – Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,94 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen, sementara terendah di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen.

Sponsored

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh dalam laporan Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 yang dipublikasikan, Senin 2 Maret 2026.

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada Februari 2026 sebesar 113,96, naik dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 106,56.

Secara bulanan, Aceh mengalami deflasi sebesar 0,24 persen (month to month/m-to-m). Sementara secara tahun kalender (year to date/y-to-d) juga terjadi deflasi sebesar 0,38 persen.

Inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 18,43 persen.

Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,98 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 8,86 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 5,82 persen dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, yakni 2,23 persen.

Sejumlah komoditas dominan yang menyumbang inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, daging ayam ras, serta sigaret kretek mesin. Tarif listrik tercatat memberikan andil 2,19 persen terhadap inflasi tahunan.

Sementara itu, beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi, di antaranya cabai merah, cabai rawit, bensin, dan bawang putih.

Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dengan IHK sebesar 117,24 dan inflasi 8,44 persen.

Disusul Meulaboh sebesar 6,83 persen, Kota Banda Aceh 6,70 persen, Kota Lhokseumawe 6,56 persen, serta Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 6,34 persen.

BPS menyebutkan, inflasi tahunan ini mencerminkan kenaikan harga yang terjadi secara luas pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat di Aceh sepanjang satu tahun terakhir. ***

Baca Juga