ACEH TIMUR – Banjir besar karena badai siklon yang melanda Aceh pada November 2025 membuat kawasan Aceh, khususnya Aceh Timur mengalami banyak kerusakan infrastruktur.
Momentum ini disambut oleh manajemen PT, Medco E&P Makala dengan melakukan aksi gerak cepat.
Beberapa hari setelah bencana, Medco E&P langsung mendatangkan logistik dari Jakarta dengan menggunakan pesawat kargo yang mendarat di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.
Manajemen Medco E&P Malaka bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Aceh Timur dalam mendukung berbagai upaya penanganan darurat hingga pemulihan di Kabupaten Aceh Timur.
Manager Field Relation Medco E&P Malaka, Hendarsyah, menegaskan bahwa kepedulian ini berakar dari hubungan erat antara perusahaan dan masyarakat setempat.
“Medco secara khusus mendatangkan seluruh logistik dari Jakarta untuk memastikan pasokan kebutuhan warga setempat tidak terganggu, mengingat saat itu banyak wilayah Aceh Timur tengah fokus pada pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak banjir dan mempercepat proses pemulihan.”
Secara bertahap, bantuan logistik terus disalurkan. Kementerian ESDM bersama BPMA dan Medco E&P menggelontorkan total sekitar 40 ton bantuan logistik.
Di tingkat daerah, 15 ton bantuan logistik diserahkan langsung kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
Di dalamnya mencakup kebutuhan dasar mendesak, mulai dari beras, ribuan kotak air mineral, minyak goreng, susu UHT, hingga perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah.
Tak berhenti di situ, persoalan pasca banjir kerap kali lebih kompleks ketimbang saat banjir itu sendiri. Ketika air mulai surut, lumpur dan material sisa menyisakan blokade jalan yang mengisolasi warga.
Bergerak sejak 2 Desember 2025, kolaborasi Medco, BPMA, dan Pemkab Aceh Timur mengerahkan puluhan alat berat ke episentrum bencana.
Sebanyak 12 unit excavator, empat bulldozer, tiga backhoe loader, enam grader, dan dua dump truck dikerahkan serentak.
Hasilnya, akses mobilitas di 31 desa yang tersebar di 8 kecamatan mulai dari Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, hingga Peunaron dan Birem Bayeun yang sempat terisolasi total, berhasil dibuka kembali.
Tidak hanya jalan penghubung, pembersihan skala prioritas juga menyasar RSUD Sultan Abdul Azis Peureulak, memastikan denyut nadi pelayanan kesehatan publik tidak mandek terlalu lama.
Mendukung Kebijakan Pemkab
Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, menjelaskan bahwa langkah tanggap darurat ini berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen mendukung program penanggulangan darurat akibat bencana alam sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Kami juga berterima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat sehingga perusahaan dapat terus beroperasi dengan baik,” ungkap Leony.
Keberhasilan membuka jalan ini membuat distribusi bantuan logistik dan mobilitas warga kini dapat berjalan dengan lebih cepat dan tepat.

Tantangan lain yang muncul pasca banjir adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap air bersih. Banyak sumber air warga yang tercemar akibat luapan banjir, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Medco E&P menggandengan Medco Foundation menyalurkan bantuan air bersih secara berkelanjutan sejak awal Desember 2025 hingga Februari 2026.
Sebanyak empat unit mobil tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan untuk mendistribusikan total 1,13 juta liter air bersih kepada masyarakat di 56 desa di 5 kecamatan terdampak paling parah, yaitu Julok, Simpang Ulim, Pante Bidari, Nurussalam, dan Peureulak.
Leony kembali menekankan bahwa pasokan air bersih ini berkaitan langsung dengan kesehatan jangka panjang warga di masa pemulihan.
“Distribusi air bersih ini ditujukan untuk membantu warga di 56 desa yang mengalami keterbatasan akses air bersih, yang berdampak pada kesehatan dan aktivitas dasar sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat kembali beraktivitas secara normal pada masa pemulihan pascabanjir,” jelasnya.
Menyasar Pemulihan Psikososial Para Penyintas
Selain pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar, Medco E&P juga memberi perhatian pada pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak banjir.
Medco E&P bersama Medco Foundation masuk ke fase pemulihan psikososial pada pertengahan Januari 2026.
Berpusat di Desa Tanjong Tok Blang, Kecamatan Julok, sebuah program trauma healing digelar dengan melibatkan Tim Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) Perusahaan, dokter spesialis kejiwaan, serta tenaga pendidik berpengalaman.

Sekretaris Desa Tanjong Tok Blang, Ibnu Hajar, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Menurutnya, pendampingan psikologis sangat dibutuhkan di tengah masyarakat yang masih fokus pada pemulihan fisik.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Medco E&P. Kegiatan trauma healing ini sangat membantu memulihkan mental dan semangat anak-anak kami. Mereka perlu kembali ceria setelah melewati masa-masa sulit akibat banjir,” kata Ibnu Hajar.
Menanggapi hal tersebut, Leony Lervyn memaparkan bahwa pemulihan psikologis ini merupakan bagian utuh dari rangkaian komitmen kemanusiaan Medco E&P yang menjangkau spektrum luas.
Sebelum menyentuh aspek psikososial anak-anak, Medco telah bergerak di berbagai wilayah terdampak banjir lainnya seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, hingga Bener Meriah. ***
