ACEH TENGAH — Ancaman di kawasan Lubang Raksasa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, belum sepenuhnya reda.
Tanah yang ambles cukup dalam membuat akses jalan terputus dan memicu kekhawatiran warga.
Di tengah situasi itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggulirkan rencana besar: membangun jembatan bentang panjang melintasi titik longsor.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan rencana tersebut usai berdialog langsung dengan masyarakat Ketol, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, kondisi tanah yang terus mengalami penurunan tidak memungkinkan lagi ditangani dengan cara biasa.
“Tanahnya sudah ambles cukup dalam. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Pemerintah wajib hadir memberikan solusi, termasuk menyiapkan lahan pengganti bagi warga terdampak,” ujarnya.
Menurut Haili Yoga, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat guna merumuskan desain teknis terbaik.
Dari hasil pembahasan awal, pembangunan jembatan di atas area longsor dinilai sebagai alternatif paling realistis dan aman secara konstruksi.
Kedalaman amblesan yang signifikan membuat opsi penimbunan atau penutupan total berisiko tinggi. Struktur tanah yang labil dikhawatirkan tidak mampu menahan beban tambahan.
Karena itu, pendekatan pembangunan jembatan dipandang dapat memulihkan konektivitas tanpa memperparah kondisi geologi setempat.
Meski demikian, sejumlah aspek teknis masih dalam kajian, termasuk penataan zona aman dan kemungkinan penutupan permanen area terdampak.
“Itu akan dibahas secara teknis bersama tim ahli,” kata Haili Yoga.
Selain infrastruktur, perhatian juga tertuju pada nasib warga yang tinggal di sekitar lokasi amblesan.
Pemerintah kabupaten telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi tanah dan potensi bahaya lanjutan.
Apabila hasil kajian menunjukkan tingkat risiko tinggi, relokasi ke hunian tetap (huntap) akan menjadi opsi.
Pemerintah menyatakan siap menerbitkan surat keputusan penetapan lokasi baru sebagai bentuk kepastian bagi warga terdampak.
Rencana pembangunan jembatan ini menjadi simbol langkah cepat pemerintah daerah menghadapi situasi darurat geologi di Pondok Balik.
Warga kini menanti realisasi konkret di lapangan, sembari berharap solusi yang diambil benar-benar menjamin keselamatan dan keberlanjutan kehidupan mereka. ***
