Kapolda Aceh Ungkap Modus Baru Peredaran Narkoba dalam Vape

Ringkasan Berita:

  • Modus Baru: Kapolda Aceh mengungkap peredaran narkotika jenis baru yang disuntikkan ke dalam cairan atau cartridge vape.
  • Kandungan Berbahaya: Vape yang ditemukan di Polda Aceh mengandung etomidate, sementara temuan lain di lapangan menunjukkan adanya kandungan MDMA, amphetamine, hingga THC (minyak ganja).
  • Peringatan Kapolda: Masyarakat dan anggota polisi diimbau menghindari vape karena berisiko terpapar narkoba tanpa disadari.
  • Jalur Rawan: Para kurir kerap memanfaatkan wilayah pesisir dan jalur sepi di Aceh (seperti Idi, Peureulak, Bireuen, dan Aceh Tamiang) karena tergiur iming-iming upah besar.

BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengungkap ada modus baru peredaran narkotika melalui vape.

Vape atau cartridge yang mengandung etomidate, bahkan pada temuan lainnya terdapat kandungan MDMA, amphetamine hingga THC atau minyak ganja.

Sponsored

Hal itu diungkap Kapolda Aceh dalam konferensi pers terkait pengungkapan tindak pidana narkotika di Aula Presisi Polda Aceh, Senin, 10 Agustus 2026.

Dikatakan, para pelaku ini akan mencari bentuk-bentuk kemasan sana-sini untuk memasukkan narkoba. Sekarang ini baru ditemukan etomidate.

Irjen Ruddi menambahkan, kandungan narkotika dalam vape yang ditemukan polisi tidak hanya etomidate.

Dari sejumlah temuan, terdapat vape yang mengandung MDMA dan amphetamine.

Polisi juga menemukan vape yang mengandung THC atau minyak ganja.

“Etomidate itu mengandung MDMA, ada mengandung amphetamine. Jadi inilah cara-cara mereka. Ada juga vape yang mengandung THC, ada dari minyak ganja,” ujarnya.

Namun, untuk temuan Polda Aceh, Ruddi menyebut pihaknya baru menemukan vape yang mengandung etomidate.

“Yang kita temukan di Polda Aceh ini baru etomidate,” katanya.

Ruddi mengatakan, modus tersebut menjadi perhatian karena masyarakat yang menggunakan vape berpotensi terpapar narkotika tanpa mengetahui kandungan di dalamnya.

Ia bahkan mengingatkan anggota Polda Aceh agar tidak menggunakan vape.

“Jangan menggunakan vape. Kadang para bandar atau para pelaku narkoba tadi, vape tadi itu dimasukkan oleh MDMA atau minyak ganja disuntikkan. Akhirnya kita bisa terpapar oleh narkotika,” tegasnya.

Selain mengungkap modus penggunaan vape, Polda Aceh juga terus membongkar jalur distribusi narkotika yang masuk dan beredar di Aceh.

Ruddi menyebutkan, kondisi geografis Aceh dengan banyak wilayah pesisir dan jalur yang sepi kerap dimanfaatkan para kurir.

“Khususnya wilayah Idi, Peureulak, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Timur, itu yang sering terjadi kurir-kurir yang kita ungkap,” katanya.

Ia menyebut iming-iming upah besar menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat tergiur menjadi kurir. ***

Baca Juga