KISAH berlebaran di tenda juga bisa disaksikan di Kabupaten Pidie Jaya. Daerah ini merupakan salah satu yang terparah dihantam gelombang banjir bandang pada November 2025.
Tiga bulan setelah banjir bandang menerjang kawasan ini, sebagian penyintas masih menjalani hari-hari dari balik tenda darurat.
Di Desa Meunasah Raya, misalnya, lebih dari seratus kepala keluarga belum bisa pulang. Tenda-tenda berdiri di halaman dan lahan terbuka.
Suasana yang hampir sama terlihat di Desa Manyang Cut.
Warga tetap berusaha menjaga rutinitas ibadah.
Namun harapan agar mereka bisa kembali ke rumah pupus.
Pemerintah sampai hari ini belum dapat merampungkan hunian sementara.
“Tidak ada persiapan apapun di sini, kami hanya menjalani hari-hari dengan apa adanya,” ujar Jannatuin Naim, warga warga Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. ***
