Masuki Fase Rehabilitasi, Aceh Perkuat Partisipasi Publik lewat “Tanggapi”

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Pemerintah Aceh memperkuat keterlibatan publik melalui peluncuran platform digital “Tanggapi” sebagai kanal resmi aduan dan akses informasi masyarakat. Platform ini hadir untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah dalam upaya mempercepat respons terhadap dampak bencana yang terjadi.

Platform tanggapi.acehprov.go.id diluncurkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, mengakses informasi spasial wilayah terdampak, berdiskusi, serta melihat laporan interaktif seputar penanganan pascabanjir. Versi beta (0.0.1) platform ini memuat empat fitur utama: Aduan, Peta, Tanggapi, dan Publikasi.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan kanal resmi yang mampu menampung berbagai persoalan yang dihadapi warga di lapangan. “Platform Tanggapi hadir sebagai saluran resmi agar setiap suara masyarakat didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti,” ujarnya saat peluncuran pada Sabtu (14/2/2026).

Sponsored

Menurut Sekda Nasir, dampak banjir yang luas membuat penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, kolaborasi antar-pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga akademisi dan media—menjadi kebutuhan operasional dalam mempercepat proses pemulihan.

Pendekatan partisipatif di platform ini juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap aduan yang masuk tidak sekadar tercatat, tetapi dapat dipetakan, dianalisis, hingga diterjemahkan ke dalam respons yang terkoordinasi. Fitur Peta menampilkan informasi spasial wilayah terdampak, sementara fitur Tanggapi membuka ruang diskusi antarwarga, dan fitur Publikasi menyajikan laporan kajian terbaru dalam bentuk interaktif yang mudah diakses publik.

Peluncuran Tanggapi dianggap sebagai bagian dari upaya membangun model penanganan bencana berbasis kolaborasi multipihak (pentahelix), yang diharapkan dapat memperkuat transparansi dan efektivitas penanganan dampak bencana di Aceh.

Pemerintah Aceh mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk mengunjungi platform tersebut, mempelajari fitur yang tersedia, serta aktif menyampaikan persoalan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari proses pemulihan bersama.()

Baca Juga