BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Pembunuh Dokter Shanti Astuti

Ringkasan Berita:

  • Penangkapan Pelaku: Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan dr. Shanti Astuti di seputaran Kota Blangkejeren dalam waktu kurang dari 2x24 jam sejak kasus terungkap.
  • Identitas Pelaku: Pelaku diketahui merupakan tetangga korban, namun rincian motif dan kronologi lengkap baru akan dipaparkan dalam konferensi pers mendatang.
  • Kondisi Korban: Jasad dr. Shanti ditemukan pada Sabtu (21/3/2026) di rumahnya di Desa Raklunung dengan kondisi tangan terikat kabel listrik dan mulut disumpal kain; diduga ia telah meninggal lebih dari sepuluh hari.
  • Sosok Korban: Dr. Shanti Astuti adalah tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Uring dan membuka praktik mandiri di rumahnya. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh sang adik yang datang untuk mengajaknya berziarah.

GAYO LUES – Kasus pembunuhan terhadap dr Shanti Astuti akhirnya terungkap. Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku di Kota Blangkejeren.

Gerak cepat polisi menungkap kasus pembunuhan berhasil dalam 2×24 jam setelah peristiwa tersebut pertama terungkap.

Sponsored

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban.

Kasi Humas Polres Gayo Lues, Iptu Rahmansyah Pinim, Selasa, 24 Maret 2026 mengatakan, pelaku berhasil diringkus di seputaran Kota Blangkejeren.

Dikatakan, pihak kepolisian akan menyampaikan informasi lebih rinci terkait kasus tersebut dalam konferensi pers yang akan digelar dalam waktu dekat.

Korban, dr. Shanti Astuti, diketahui bertugas di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

Selain itu, ia juga membuka praktik umum di rumahnya yang berada di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren.

Sebelumnya diberitakan, seorang dokter di Puskesmas Uring, Kecamatan Pining, dr. Shanti Hastuti ewas di ranjang kamar rumahnya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu 21 Maret 2026.

Korban diduga telah lebih dari sepuluh hari meninggal, kedua tangannya terikat ke belakang dengan kabel listrik dan mulutnya disumpal kain.

Informasi dihimpun, jasad dr. Shanti awalnya ditemukan adik korban, Saripudin Norman, yang ingin mengajak kakaknya berziarah ke makam orang tua mereka. ***

Baca Juga