UIN SULTANAH NAHRASIYAH LHOKSEUMAWE BUKA HARAPAN BARU BAGI KORBAN BANJIR ACEH
ACEHSATU.COM | NANGGROE – Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada 26 November 2025 bukan sekadar bencana alam. Ia merobohkan rumah, menenggelamkan sekolah, dan menghantam perekonomian keluarga. Lebih dari itu, musibah ini diam-diam mengguncang mimpi banyak anak Aceh mimpi untuk melanjutkan kuliah dan mengubah nasib keluarga.
Di tengah keterbatasan biaya, banyak siswa lulusan SMA/MA/SMK memilih menunduk, ragu mendaftar perguruan tinggi karena tak sanggup membayar biaya pendaftaran dan UKT. Namun, di saat harapan terasa makin sempit, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe justru membuka pintu selebar-lebarnya.
Kampus Islam negeri kebanggaan ini menyatakan siap menampung calon mahasiswa dari wilayah terdampak banjir dan longsor serta memberikan bantuan biaya kuliah bagi mereka yang membutuhkan.
Dekan Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Syahrial Razali, Ph.D, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena bencana.
Kami mengajak adik-adik siswa untuk tidak menyerah pada keadaan. UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe siap menampung dan memberikan bantuan biaya kuliah bagi adik-adik dari wilayah terdampak banjir. Mari melangkah bersama, jangan biarkan musibah memutus cita-cita,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memiliki banyak program beasiswa, baik dari pemerintah maupun internal kampus, yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu dan mahasiswa berprestasi.
Di UIN, sangat banyak tersedia beasiswa. Yang kami cari adalah kemauan, semangat, dan tekad untuk belajar. Mari membersamai menggapai cita-citamu di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe,” tambahnya.
Dalam perspektif hukum Islam, langkah ini sejalan dengan prinsip ta‘awun (tolong-menolong) sebagaimana ditegaskan Allah SWT: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa” (QS. al-Maidah: 2). Pendidikan adalah bentuk kebaikan paling strategis untuk mengangkat martabat manusia.
Lebih dari itu, kebijakan bantuan biaya kuliah mencerminkan nilai maqaṣid al-syari’ah, khususnya ḥifẓ al-‘aql (menjaga akal) dan ḥifz al-nafs (menjaga keberlangsungan hidup). Memberi akses pendidikan bagi korban bencana berarti menjaga masa depan generasi sekaligus mencegah lahirnya kemiskinan struktural pascabencana.
Dalam konteks Aceh, pendidikan merupakan jalan panjang pemulihan sosial. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang penyembuhan dan kebangkitan. Dari sanalah akan lahir tenaga pendidik, ahli hukum, ekonom syariah, dan pemimpin masa depan yang memahami luka masyarakatnya.
Bagi adik-adik siswa di wilayah terdampak banjir: jangan kubur mimpi hanya karena keadaan hari ini. Dari lumpur banjir, masih ada jalan menuju bangku kuliah. UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe siap berjalan bersama kalian, karena pendidikan adalah hak, bukan kemewahan.