Kick-Off Program PULIH Dipusatkan di Dua Desa Paling Terdampak Banjir di Bireuen

Ringkasan Berita:

  • Peluncuran Program PULIH: Universitas Almuslim dan NGO Peace Wind Japan resmi memulai program pemulihan pascabanjir bernama PULIH (Post-Flood Community Recovery) di Kabupaten Bireuen pada 30 April 2026.
  • Lokasi Prioritas: Program dipusatkan di Desa Krueng Beukah dan Desa Pante Lhong, yang merupakan wilayah terdampak paling parah (Ring 1) sejak banjir besar pada November 2025.
  • Metode Cash for Work (CFW): Proses pembersihan sisa material banjir dilakukan dengan sistem upah kerja (CFW) untuk membantu ekonomi warga, dilengkapi dengan bantuan alat kerja dan Alat Pelindung Diri (APD).
  • Pemulihan Menyeluruh: Selain fisik, program ini mencakup pendampingan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta dukungan psikososial (PSS) melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas dan dinas terkait.

BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) bersama dengan NGO Peace Wind Japan (PWJ) resmi melaksanakan Kick-Off Meeting Program PULIH (Post-Flood Community Recovery) pada Kamis, 30 April 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, perangkat desa dari Desa Pante Lhong, mahasiswa, serta komunitas perempuan (Inong Muda Indonesia) dan komunitas peduli lingkungan (Aceh Wetland Forum).

Sponsored

“Dengan hadirnya program seperti ini, saya merasa sangat terharu dan merasa diperhatikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu desa kami untuk pulih kembali,” ujar Keuchik Desa Krueng Beukah, Munawar.

Program PULIH ditujukan untuk dua desa terdampak banjir, yaitu Desa Krueng Beukah, Kecamatan Peusangan Selatan dan Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan sebagai upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Bireuen.

Pemilihan dua desa ini didasarkan pada fakta bahwa secara geografis kedua desa tersebut termasuk dalam ring 1 area terdampak banjir pada November 2025.

Meskipun sudah memasuki April 2026, beberapa rumah masih tertimbun tanah yang dibawa oleh banjir.

Program pembersihan akan dilaksanakan dengan sistem CFW (Cash for Work) yang bertujuan untuk membantu masyarakat setempat.

Selain itu, pendampingan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta dukungan psikososial (PSS) juga diberikan untuk memastikan pemulihan secara menyeluruh bagi masyarakat yang terdampak.

Aina, perwakilan dari komunitas peduli lingkungan Aceh Wetland Forum, menyampaikan, “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Kolaborasi lintas batas sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan, dan kami sangat mendukung upaya bersama ini untuk membantu Aceh pulih lebih cepat.”

Di akhir acara, peserta kick-off bersama-sama menuju lokasi rumah yang belum dapat dibersihkan.

Melalui program ini, masyarakat diberikan berbagai alat kerja seperti cangkul, greek, dan alat kerja lainnya (working tools), serta perlengkapan alat pelindung diri (APD). ***

Baca Juga