Pengungsi di Kantor Bupati Bireuen Didatangi Orang Mengaku dari Polda Aceh

Ringkasan Berita:

  • Kedatangan Pihak Mengaku Polisi: Sejumlah orang (sekitar 7 orang) yang mengaku dari Polda Aceh mendatangi tenda pengungsi di halaman Kantor Bupati Bireuen untuk meminta keterangan.
  • Interogasi Tanpa Surat Tugas: Para pengungsi menyayangkan aksi pemeriksaan tersebut karena rombongan itu tidak menunjukkan surat tugas resmi saat menanyakan alasan warga mendirikan tenda.
  • Materi Pertanyaan: Pihak tersebut menggali informasi mengenai siapa yang menyuruh warga datang, alasan kedatangan, serta moda transportasi yang digunakan pengungsi untuk mencapai lokasi.
  • Tuntutan Hunian Layak: Aksi pendirian tenda ini merupakan bentuk protes penyintas banjir dari beberapa desa di Bireuen yang menuntut kepastian hunian sementara dari pemerintah daerah.

BIREUEN – Para pengungsi yang mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen didatangi sejumlah orang yang mengaku dari Polda Aceh pada Sabtu 14 Maret 2026.

“Sekitar tujuh orang datang bersama Kalak BPBD dan Sekcam Peusangan mengaku dari Polda Aceh,” ungkap seorang pengungsi kepada wartawan di Bireuen.

Sponsored

Kedatangan mereka untuk meminta keterangan dari para pengungsi yang sejak beberapa hari terakhir mendirikan tenda di lokasi tersebut.

Ia menyayangkan kedatangan pihak yang mengaku dari kepolisian itu untuk meminta keterangan para pengungsi.

Menurutnya, para pengungsi hanya menuntut hak yang seharusnya mereka terima dari negara.

Menurut dia, rombongan tersebut menanyakan alasan para warga datang dan mendirikan tenda di halaman kantor bupati.

Namun, kata dia, orang-orang yang mengaku dari kepolisian itu tidak menunjukkan surat tugas saat melakukan pemeriksaan.

“Mereka tidak memperlihatkan surat apa pun. Kami juga tidak diminta menunjukkan identitas mereka,” ujarnya.

Ia menuturkan beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain apakah ada pihak yang menyuruh para pengungsi datang ke kantor bupati, apa alasan mereka datang, serta bagaimana mereka tiba di lokasi tersebut.

“Mereka menanyakan apakah ada yang menyuruh kami datang ke sini, apa yang membuat kami datang, dan kami naik apa datang ke sini,” katanya.

Sebelumnya, puluhan warga dari Desa Kampung Kapa dan Desa Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, serta Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, dan Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, mendirikan tenda di sekitar Kantor Bupati Bireuen.

Para pengungsi menyatakan akan bertahan di lokasi tersebut hingga pemerintah memberikan kepastian mengenai hunian sementara bagi korban banjir.

“Kami mendirikan tenda di depan kantor bupati menuntut hak kami. Kami ingin hunian sementara. Kami ingin kejelasan,” kata Jamilah, salah seorang pengungsi.

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum menyediakan hunian sementara bagi para penyintas banjir yang hingga kini masih hidup dalam kondisi serba terbatas.***

Baca Juga