Lifting Kondensat Aceh Capai Target 2025, BPMA–KKKS Tunjukkan Kinerja Solid
ACEHSATU.COM | ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Aceh berhasil memenuhi target lifting kondensat tahun 2025. Capaian ini menunjukkan kinerja positif sektor hulu migas Aceh meski dihadapkan pada berbagai tantangan sepanjang tahun.
Deputi Operasi BPMA, Muhammad Mulyawan, menyampaikan bahwa total lifting kondensat dari seluruh lapangan migas di Aceh selama 2025 mencapai 608.599 barel. Jumlah tersebut setara dengan 100 persen target Work Program and Budget (WP&B) yang ditetapkan pemerintah.
“Sepanjang 2025, Aceh berhasil melifting 608.599 barel kondensat. Angka ini memenuhi target WP&B yang telah ditetapkan,” ujar Mulyawan, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, kontribusi terbesar berasal dari Blok A di Aceh Timur yang dioperasikan Medco EP, dengan realisasi lifting sebesar 299.060 barel atau 102 persen dari target. Sementara itu, Blok B di Aceh Utara yang dikelola Pema Global Energi mencatat lifting sebesar 309.538 barel atau 98 persen dari target.
Pengapalan terakhir kondensat dilakukan pada awal Desember 2025, di tengah kondisi Aceh yang masih terdampak bencana banjir dan longsor. Sebanyak 92.592 barel kondensat dikirim menggunakan kapal MT Supreme Star menuju Kilang TPPI Tuban untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Dari total pengapalan tersebut, sebanyak 61.750 barel berasal dari Blok A, sedangkan 30.842,08 barel lainnya berasal dari Blok B.
Mulyawan menambahkan, keberhasilan memenuhi target lifting tidak terlepas dari peran fungsi komersialisasi dalam mengoptimalkan pengambilan stok kondensat bagian negara. Optimalisasi dilakukan melalui pemanfaatan deadstock Blok A di tangki nominasi serta optimalisasi stok bagian negara di Wilayah Kerja Blok B.
“Langkah tersebut dilakukan setelah koordinasi dan konsultasi intensif dengan tim operasi untuk memastikan seluruh proses aman dan memungkinkan secara operasional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPMA, Nasri Djalal, menilai capaian lifting kondensat 2025 merupakan hasil kerja keras seluruh pihak di tengah situasi yang tidak mudah, khususnya pada akhir tahun. Ia menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh sempat berdampak langsung pada operasional KKKS dan memaksa sebagian kegiatan produksi dihentikan sementara.
“Capaian ini menjadi dorongan positif bagi kinerja migas Aceh. Sinergi antara BPMA dan KKKS menjadi kunci agar operasional tetap berjalan di tengah berbagai tantangan,” ujar Nasri.
Untuk tahun 2026, kegiatan produksi migas di Aceh telah ditetapkan melalui proses Work Planning & Budgeting (WP&B) masing-masing KKKS yang disepakati pada Oktober dan November 2025. Penetapan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian target produksi migas nasional. (*)