Summer Course Umuslim-NGU Berakhir, Kerja Sama Berlanjut hingga Pendidikan Anak Palestina

BIREUEN – Program Summer Course 2026 Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan bersama Nagoya Gakuin University (NGU), Jepang, telah berakhir. Namun, kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut akan terus dilanjutkan melalui sejumlah program pendidikan.

Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., mengatakan hubungan dengan NGU tidak berhenti setelah program Summer Course selesai. Saat ini, satu mahasiswa NGU masih berada di Umuslim mengikuti program Students of Change. Sebaliknya, dua mahasiswa Umuslim juga sedang mengikuti program yang sama di Jepang.

Sponsored

“Program ini berjalan selama satu tahun dan selanjutnya akan dilanjutkan oleh mahasiswa lainnya. Jadi, hubungan dan interaksi mahasiswa kedua universitas terus berlanjut,” ujar Marwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, Summer Course menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang untuk mengenal kehidupan akademik, sosial dan budaya masing-masing secara langsung.

Kerja sama Umuslim dan NGU sendiri telah dimulai sejak 2025 dan terus berjalan melalui berbagai kegiatan, termasuk pertukaran mahasiswa dan program akademik lainnya.

Marwan berharap kerja sama tersebut dapat diperluas dengan perguruan tinggi lain di Jepang sehingga semakin banyak mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti program internasional.

Siapkan Program Pendidikan untuk Anak Palestina

Selain pertukaran mahasiswa, Umuslim dan NGU Jepang juga menyiapkan program pendidikan bagi anak-anak Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan SMA untuk melanjutkan kuliah di Umuslim.

Marwan mengatakan salah satu bidang yang disiapkan adalah Fakultas Kedokteran Umuslim. Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

“Selain kerja sama akademik, Umuslim bersama NGU Jepang juga telah menyepakati peluang pendidikan bagi anak-anak Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan SMA untuk melanjutkan studi di Umuslim, khususnya di Fakultas Kedokteran,” katanya.

Untuk pembiayaan, kedua institusi sepakat menanggung biaya pendidikan secara bersama dengan skema masing-masing 50 persen.

“Pembiayaannya disepakati sebesar 50 persen ditanggung Umuslim dan 50 persen oleh NGU Jepang,” lanjutnya.

Marwan berharap program tersebut dapat memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Palestina sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kerja sama internasional Umuslim.

Sementara Summer Course 2026 sendiri diisi dengan kegiatan akademik, sosial dan budaya. Mahasiswa NGU berinteraksi dengan mahasiswa Umuslim dan masyarakat Aceh untuk mengenal tradisi serta kehidupan sosial di daerah ini.

Dengan berakhirnya Summer Course, Umuslim dan NGU Jepang akan melanjutkan kerja sama melalui program pertukaran mahasiswa, Students of Change serta rencana program pendidikan bagi anak-anak Palestina yang ditargetkan dimulai pada 2027.

Reporter : Muhammad Idris

Baca Juga