Daftar Negara Tingkat Kejahatan Penipuan Paling Tinggi di Dunia

ACEHSATU.COM | BERITA – Laporan Global Fraud Index 2025 merilis daftar negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan (fraud) terendah di dunia. Survei yang mengukur 112 negara tersebut menempatkan sejumlah negara berkembang di posisi terbawah dalam hal ketahanan terhadap kejahatan penipuan, khususnya berbasis digital.

Indeks ini menilai ketahanan fraud berdasarkan empat pilar utama, yakni tingkat aktivitas penipuan, kemudahan akses sumber daya untuk melakukan fraud, intervensi pemerintah, serta kondisi kesehatan ekonomi.

Lima Negara dengan Perlindungan Fraud Terendah

Berdasarkan laporan tersebut, berikut lima negara dengan tingkat perlindungan terendah terhadap penipuan:

Sponsored

  1. Pakistan (peringkat 112)
  2. Indonesia (peringkat 111)
  3. Nigeria (peringkat 110)
  4. India (peringkat 109)
  5. Tanzania (peringkat 108)

Posisi ini menunjukkan negara-negara tersebut dinilai masih memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap praktik penipuan, baik secara konvensional maupun digital.

Di Indonesia sendiri, mayoritas kasus penipuan disebut menggunakan modus social engineering atau rekayasa sosial. Modus ini memanfaatkan manipulasi psikologis korban agar secara sukarela memberikan data pribadi, kode OTP, hingga akses perbankan.

Negara dengan Perlindungan Terbaik

Sebaliknya, beberapa negara Eropa tercatat memiliki sistem perlindungan fraud terbaik di dunia. Lima negara dengan ketahanan tertinggi terhadap penipuan adalah:

  1. Luxembourg
  2. Denmark
  3. Finlandia
  4. Norwegia
  5. Belanda

Negara-negara tersebut dinilai unggul dalam sistem verifikasi identitas, regulasi perlindungan data, pengawasan transaksi digital, serta literasi keamanan siber masyarakatnya.

Tantangan Ke Depan

Tingginya angka penipuan global menunjukkan bahwa kejahatan digital terus berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi. Penguatan regulasi, sistem verifikasi berlapis, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan literasi digital masyarakat menjadi kunci untuk menekan angka fraud.

Laporan ini menjadi peringatan bagi banyak negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat ekosistem keamanan digital agar masyarakat tidak semakin rentan menjadi korban penipuan.

Baca Juga