Umuslim dan Peace Wind Japan Gelar Pelatihan PULIH

Ringkasan Berita:

  • Kolaborasi Strategis: Universitas Almuslim (Umuslim) bekerja sama dengan NGO Peace Wind Japan menyelenggarakan pelatihan manajemen proyek pada 27–29 April 2026 di Matang Geulumpang Dua.
  • Program PULIH: Kegiatan ini merupakan bagian dari program Post-Flood Community Recovery (PULIH) yang difokuskan pada penguatan kapasitas SDM untuk pemulihan pascabencana banjir besar Aceh November 2025.
  • Peserta Multisektoral: Pelatihan diikuti oleh 15 peserta terpilih yang terdiri dari akademisi, tenaga medis, pejabat struktural kampus, serta komunitas peduli perempuan dan lingkungan.
  • Narasumber Ahli: Materi disampaikan oleh Henry Pirade, pakar dengan pengalaman 20 tahun di bidang kemanusiaan dan manajemen risiko bencana, guna membekali peserta dalam menjalankan program pemulihan masyarakat yang efektif.

BIREUEN – Universitas Almuslim (Umuslim) bekerja sama dengan Non Government Organization (NGO) Peace Wind Japan mengadakan pelatihan peningkatan mutu sumber daya manusia bertemakan “pelatihan manajemen proyek” yang digelar mulai dari 27 hingga 29 April 2026 di Wisma Ilda, Matang Geulumpang Dua.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program PULIH (Post-Flood Community Recovery), pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen kegiatan dalam konteks nasional dan internasional.

Sponsored

Kegiatan tersebut dalam konteks nasional dan internasional untuk memperkuat kapasitas SDM dalam menghadapi tantangan pasca-bencana di Aceh, khususnya dalam proses pemulihan setelah banjir besar yang melanda pada November 2025.

Pelatihan ini dihadiri oleh 15 peserta terpilih, yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, dokter, pejabat struktural Universitas Almuslim, komunitas peduli perempuan (Inong Muda Indonesia), dan komunitas lingkungan (Aceh Wetland Forum).

Mereka mendapat kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber, Henry Pirade, dari Peace Wind Japan.

Henry Pirade dikenal memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pengembangan dan sektor kemanusiaan, termasuk respons bencana, manajemen risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, dan pembangunan komunitas.

Selama pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang disesuaikan dengan program pemulihan yang telah direncanakan, di mana mereka akan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung proses pemulihan masyarakat Aceh pascabencana.

Peserta juga menerima seminar kit dan materi yang relevan guna memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan program-program pemulihan yang efektif. ***

Baca Juga